Sebuah studi baru dari Inggris yang diterbitkan di BMJ Medicine mengungkapkan temuan mengejutkan tentang suplemen minyak ikan.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 415.000 orang selama 12 tahun ini menemukan hubungan tak terduga antara konsumsi rutin minyak ikan dan peningkatan risiko stroke, terutama pada individu yang sehat.

>>> Trump Kecam Moratorium Pusat Data AI di New York

Temuan ini menantang asumsi luas bahwa suplemen minyak ikan bermanfaat secara universal bagi kesehatan jantung.

Risiko dan Manfaat Bergantung pada Kondisi Kesehatan

Studi tersebut juga menyoroti bahwa risiko dan efek minyak ikan sangat bervariasi tergantung status kesehatan seseorang.

Secara paradoks, pada orang yang sudah memiliki masalah kardiovaskular, minyak ikan justru dapat memberikan perlindungan.

Penelitian menemukan bahwa suplemen ini mengurangi risiko serangan jantung sebesar 15% dan risiko kematian sebesar 9% pada kelompok tersebut.

>>> Warga Houston Tuntut Investigasi Tembakan Maut ICE

Namun, bagi mayoritas orang sehat, manfaat suplemen ini menjadi diragukan.

Saran Ahli: Utamakan Sumber Alami

Para ahli menyarankan untuk fokus pada sumber alami asam lemak omega-3, seperti ikan berlemak (salmon, makerel, sarden, dan herring), sebagai bagian dari diet seimbang.

Dr. Andrew Freeman, seorang kardiolog, menekankan bahwa suplemen minyak ikan yang dijual bebas sangat jarang direkomendasikan dan tidak muncul dalam pedoman masyarakat medis profesional.

Konsensus medis umum menyarankan untuk tidak mengonsumsi suplemen kecuali telah terbukti ada kekurangan.

>>> Prediksi Harga Huawei Pura 90s Pro Max di Indonesia: Rp22,6 Juta

Pendekatan yang dipersonalisasi untuk kesehatan jantung sangat penting, dan konsultasi dengan profesional kesehatan diperlukan sebelum menambahkan suplemen apa pun ke rutinitas harian.