Kebiasaan Tidur Ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke hingga 56%
Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Network Open mengungkapkan bahwa kebiasaan tidur dengan lampu menyala atau paparan cahaya buatan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke hingga 56%.
Penelitian ini menganalisis data dari 88.905 orang dewasa berusia di atas 40 tahun yang terdaftar di UK Biobank.
>>> Anggrek Hanya Tumbuh Daun dan Akar? Begini Cara Memaksanya Berbunga Lagi
Partisipan memakai sensor pergelangan tangan yang merekam paparan cahaya malam selama satu minggu penuh.
Tim medis kemudian melacak diagnosis kardiovaskular baru selama sembilan tahun berikutnya.
Hasilnya, hubungan antara kamar terang dan risiko jantung tetap kuat bahkan setelah memperhitungkan variabel lain seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan, aktivitas fisik, durasi tidur, status sosial ekonomi, dan risiko genetik.
Memahami Angka Risiko
Peningkatan risiko 56% tidak berarti seseorang memiliki peluang 56% terkena penyakit jantung. Angka tersebut merupakan peningkatan risiko relatif dalam populasi studi.
Orang yang tidur di lingkungan paling terang mengalami gagal jantung pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur di ruangan gelap.
Risiko bervariasi berdasarkan kondisi: infark miokard 47% lebih tinggi, penyakit arteri koroner 32%, fibrilasi atrium 32%, dan stroke 28%.
Penting dicatat bahwa data menunjukkan korelasi statistik, bukan bukti langsung sebab-akibat. Kamar terang adalah faktor risiko, bukan penyebab pasti penyakit vaskular.
Dampak Cahaya pada Jantung
Tubuh manusia bergantung pada siklus 24 jam alami. Sinar matahari memberi sinyal otak untuk waspada, sementara kegelapan mendorong tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki diri.
Cahaya buatan mengganggu ritme sirkadian yang mengatur tekanan darah, detak jantung, hormon, dan peradangan. Meskipun tertidur, cahaya yang menembus kelopak mata dapat memberi sinyal bahwa masih siang hari.
Update Terbaru
Waze Update: Mode Kurang Banyak Bicara dan Fitur Percakapan Baru
Senin / 13-07-2026, 22:35 WIB
Cara Nonton Home Run Derby 2026: Streaming, Peserta, dan Format Baru
Senin / 13-07-2026, 22:35 WIB
Danantara Kembangkan 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun
Senin / 13-07-2026, 22:34 WIB
Influencer 'Okay Baby' Katelynn Ordone Ajukan Cerai Usai Kematian Anak
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Video Mengerikan Tunjukkan Kebakaran Mematikan di Gedung Bir Bangkok
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Korban Serangan Bison di Yellowstone Teridentifikasi, Alami Patah Tulang Parah
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Zahara Jolie Ambil Langkah Hukum Lepas Nama Pitt
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Erling Haaland Ucapkan Selamat Tinggal ke AS Usai Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia
Senin / 13-07-2026, 21:59 WIB
Kendal Tornado FC Resmi Rekrut Striker Rizky Dwi Pangestu
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Terbuka Usai Wacana 64 Tim
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Strategi Tim Robot ITS Juarai KRAI 2026 dan Melaju ke Hong Kong
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair 20 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Kejagung Bantah Kabar Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah Usai Jadi Tersangka
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Honda Super One Siap Meluncur di GIIAS 2026, Jajal Pasar Mobil Listrik Indonesia
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB







