Pemerintah mengintensifkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai strategi pencegahan stroke.

Langkah ini bertujuan menekan beban pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai lebih dari Rp5 triliun setiap tahun.

>>> Pertarungan Keras Black Flag Resynced Mengingatkan pada Assassin's Creed Unity

Stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan angka sekitar 337.000 jiwa per tahun.

Program CKG ditargetkan menjangkau 130 juta penduduk pada 2025, setelah berhasil melakukan 70 juta pemeriksaan pada tahun pertama.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menargetkan skrining massal dapat menjangkau 280 juta penduduk atau sekitar 80% populasi dalam lima tahun mendatang.

"Prevalensi hipertensi di Indonesia hampir 20 persen dan diabetes lebih dari 10 persen. Daripada menunggu sampai stroke terjadi, kita harus mengendalikan faktor risiko ini sedini mungkin," ujar Budi.

Pemerintah menerapkan pendekatan 80-80-80, yakni 80% penduduk teridentifikasi, 80% dari mereka yang teridentifikasi mendapatkan penanganan, serta 80% dari yang ditangani berhasil mengendalikan kondisi kesehatannya.

Budi mengungkapkan stroke kini menjadi beban pembiayaan kesehatan terbesar ketiga dalam JKN dengan nilai klaim melampaui Rp5 triliun per tahun.

>>> HoWePlay Jadi Debut AI Experience AICO di Industri Hiburan Indonesia

Angka kematian akibat stroke di lapangan diperkirakan dua hingga tiga kali lebih besar karena banyak kasus belum tercatat dalam sistem registrasi nasional.

Selain memperkuat pencegahan, pemerintah mempercepat penguatan layanan di sisi hilir. Targetnya, seluruh 514 kabupaten/kota memiliki fasilitas CT scan dan cath lab.

Dokter bedah umum di daerah juga akan dilatih melakukan prosedur kraniotomi untuk penanganan kasus stroke hemoragik.

Seluruh provinsi akan dilengkapi peralatan Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator (CUSA), neuronavigasi, dan mikroskop operasi.

Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Mulkasana, menyatakan penguatan layanan turut didorong melalui penyelenggaraan ICONNS 2026 yang mempertemukan sekitar 300–400 tenaga medis dari dalam dan luar negeri.

"Melalui ICONNS 2026, kita membangun standardisasi klinis yang seragam di seluruh daerah.

>>> FOTILE Luncurkan Cooker Hood Tersembunyi Pertama di Indonesia dengan Smart Synchronize

Sinergi multidisiplin ini menjadi kunci utama untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan permanen akibat stroke di Indonesia," tegas Adin.