Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan proyek LNG Abadi Blok Masela akan memberikan kontribusi langsung sebesar US$37,8 miliar atau sekitar Rp680 triliun ke pendapatan negara.

Proyeksi tersebut disampaikan Bahlil saat melakukan groundbreaking proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7).

>>> Pau Cubarsi Viral: Dari JIS ke Final Piala Dunia 2026

Menurut Bahlil, penerimaan negara itu berasal dari pajak, royalti, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Proyek ditargetkan mulai beroperasi penuh atau on stream pada 2029 mendatang.

Manfaat Ekonomi dan Lapangan Kerja

Selain kontribusi langsung, proyek ini juga diperkirakan memberikan kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$6,43 miliar per tahun selama masa konstruksi dan operasi.

Bahlil menambahkan, proyek LNG Abadi Blok Masela akan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan 800-1.000 tenaga kerja saat operasi.

>>> Resmi Gabung IFSWF, Pandu Sjahrir Sebut Danantara Bakal Bangun Standar Berkelas Dunia

Pembangunan Blok Masela juga diproyeksikan memberikan kontribusi ke perekonomian nasional sekitar US$137,8 miliar.

Selain itu, proyek ini akan meningkatkan PDRB Provinsi Maluku sebesar US$95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar.

Bahlil menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan SKK Migas agar pekerjaan diprioritaskan untuk pengusaha lokal di wilayah tersebut.

>>> Kelompok Tani Totoran Hasilkan 958 Kg Kepiting Soka, Tembus Pasar Domestik dan Ekspor

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan.