Program budidaya kepiting soka binaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di Desa Totoran, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, mencatat hasil produksi sebanyak 958 kilogram.

Nilai penjualan mencapai sekitar Rp103,6 juta sejak panen perdana pada November 2025 hingga April 2026.

>>> Kemendikdasmen Majukan Pendaftaran TKA SMA, Sekolah Punya Waktu Persiapan Lebih Panjang

Capaian tersebut membuka peluang pendapatan baru bagi kelompok tani dan masyarakat pesisir yang terlibat dalam rantai usaha budidaya kepiting soka.

Tingkat kelangsungan hidup (survival rate) mencapai 77,41 persen, melampaui target awal program sebesar 65 persen.

Rata-rata produksi mencapai sekitar 45 ekor atau 6,1 kilogram kepiting soka per hari yang dipasarkan kepada mitra eksportir dan pasar domestik.

Kunjungan Lapangan dan Dialog Pemberdayaan

Capaian ini menjadi fokus kunjungan lapangan dan dialog pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pelindo bersama Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB di Desa Totoran.

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi perkembangan program sekaligus menyusun strategi penguatan kelembagaan, kapasitas produksi, dan akses pasar.

Program pengembangan desa komoditas berbasis budidaya kepiting soka dimulai pada Juli 2025 melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo.

Pelindo membangun demonstration pond atau demplot budidaya berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS) berkapasitas 5.000 crab box di atas lahan tambak seluas sekitar 1.717 meter persegi.

Fasilitas tersebut dikelola oleh Kelompok Tani Pancer Berkah Bersama dan dimanfaatkan sebagai pusat pembelajaran, produksi, serta pengembangan usaha budidaya kepiting soka.

Group Head Keberlanjutan Korporasi Pelindo, Usman Saroni, mengatakan bahwa pengembangan Desa Totoran merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong pemanfaatan potensi maritim yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.