Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memajukan jadwal pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/sederajat.

Pendaftaran yang semula dijadwalkan mulai 18 Agustus kini dibuka lebih awal, yakni pada 27 Juli hingga 27 September.

>>> Komdigi: Layanan Digital Pemerintah Wajib Ramah Disabilitas

Ketua Dewan Pendidikan Nasional (DPN) Suyanto menilai perubahan jadwal tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan TKA 2025.

Menurutnya, waktu persiapan yang lebih panjang diperlukan bagi peserta didik, sekolah, maupun pemerintah daerah.

Suyanto mengatakan pemajuan jadwal pendaftaran selama sekitar tiga pekan memberikan ruang lebih luas untuk pendataan peserta, sosialisasi, serta koordinasi pelaksanaan TKA.

Ia menegaskan kebijakan ini tidak akan mengganggu psikologi belajar siswa.

"Saya rasa kalau dimajukan pendaftaran itu tidak masalah dalam arti tidak akan mengganggu psikologi belajar bagi siswa.

Bahkan hal itu bisa menjadi pengingat bagi siswa untuk siap menghadapi TKA," ujar Suyanto di Jakarta Pusat, Kamis.

Suyanto menjelaskan, waktu persiapan yang lebih panjang memungkinkan sekolah melakukan pemutakhiran data peserta, menyosialisasikan pelaksanaan TKA kepada siswa dan orang tua, serta memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

>>> Trump: Ford dan GM Bahas Alih Pabrik Mobil untuk Produksi Senjata

Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota sebagai fasilitator juga memiliki waktu lebih memadai untuk koordinasi teknis.

Ia menambahkan, durasi pendaftaran yang lebih panjang memberi kesempatan bagi siswa di berbagai daerah untuk menentukan keikutsertaan tanpa terburu-buru.

"Kalau kesiapan itu pasti perlu, siswa itu diberikan motivasi dan diajak melakukan refleksi termasuk orangtua siswa agar proses belajar tidak saja mengejar nilai angka tetapi juga meningkatkan kualitas makna belajar," katanya.

Kepala SMKN 1 Monta, Nusa Tenggara Barat, Olan Wardiansyah, menyatakan sekolahnya siap menyesuaikan program dan segera melakukan sosialisasi kepada guru dan siswa.

Menurut Olan, masa pendaftaran yang lebih panjang membantu memastikan validitas data peserta pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Sekolah memiliki waktu lebih leluasa untuk memeriksa kembali data siswa sehingga dapat meminimalkan kesalahan input maupun ketidaksesuaian dokumen.

Guru Bimbingan Konseling (BK) juga memperoleh waktu lebih banyak untuk berdiskusi dengan siswa dan orang tua mengenai rencana akademik mereka.

>>> Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Olan menilai perpanjangan waktu pendaftaran turut mendukung kesiapan sekolah, orang tua, dan siswa secara menyeluruh dalam menghadapi pelaksanaan TKA.