Taylor Frankie Paul, influencer media sosial, menghadapi tuduhan serius terkait pengasuhan anak dari Departemen Layanan Anak dan Keluarga (DCFS) Utah.

Dalam petisi yang diajukan ke pengadilan anak, DCFS meminta agar tiga anak Taylor dinyatakan sebagai korban pelecehan, penelantaran, atau ketergantungan.

>>> Pengacara Karmelo Anthony Kecam Hakim Sidang

Petisi tersebut mengungkapkan bahwa Taylor mengatakan kepada petugas DCFS bahwa life coach-nya, Kari, adalah satu-satunya alasan dia masih hidup.

Dia juga ingin Kari melakukan penilaian kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangganya.

DCFS mengklaim telah memberi tahu Taylor bahwa Kari tidak memenuhi syarat untuk melakukan penilaian tersebut.

Selama kunjungan rumah pada Mei 2026, Taylor disebut marah setelah membaca pesan media sosial dan pergi meninggalkan rumah.

Petisi juga menyebutkan bahwa Taylor mengatakan kepada petugas bahwa dia tidak ingin bunuh diri, tetapi mereka harus tahu siapa yang membunuhnya jika dia mati karena merasa tidak ada yang percaya padanya.

Dokumen tersebut juga merujuk pada kasus kekerasan dalam rumah tangga Taylor tahun 2023, di mana video menunjukkan dia melempar kursi logam ke Dakota Mortensen saat putrinya Indy hadir.

>>> Video Blue Angels Terbang Rendah di Pantai Florida Picu Kekacauan

DCFS juga mengklaim bahwa Indy mengganti popok Ever, menyiapkan botolnya, dan sering mendengar pertengkaran Taylor dan Dakota yang membuatnya sedih.

Selain itu, Ever disebut mencari kenyamanan dari saudara perempuan Taylor, Aspen, selama kunjungan rumah. Taylor dilaporkan menjadi 'escalated and dysregulated' saat dihadapkan dengan kemajuannya.

Terapis Taylor juga mengatakan kepada DCFS bahwa Taylor belum memulai perawatan yang berarti, tidak tampak berinvestasi dalam program, dan tampak menghadiri terapi karena merasa 'dipaksa'.

Seorang sumber yang dekat dengan Taylor mengatakan bahwa kebocoran informasi ini justru merugikan anak-anak.

Sumber tersebut menambahkan bahwa petisi didasarkan pada informasi yang tidak lengkap dan mengabaikan kekhawatiran DCFS tentang pihak lain.

>>> Roy Suryo Siapkan Laporan Balik, Klaim Simpan Bukti Video yang Sudah Dihapus

Tim hukum Taylor sebelumnya menyatakan bahwa dia 'tetap berkomitmen penuh untuk melakukan apa pun yang diperlukan' untuk menyelesaikan sengketa di pengadilan anak dan menghargai profesionalisme DCFS.