Fenomena El Nino yang sangat kuat sedang meningkat pesat di Samudra Pasifik tropis pada Juli 2026.

Model iklim global memprediksi peristiwa ini bisa mencapai puncaknya pada akhir tahun sebagai yang terkuat dalam sejarah.

>>> Penggemar Bertanya-tanya soal Momen Avengers: Endgame di Doomsday

Suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur telah naik signifikan, mengubah pola angin dan meningkatkan kemungkinan anomali cuaca ekstrem di seluruh dunia hingga awal musim semi 2027.

Ilmuwan iklim Zeke Hausfather melaporkan bahwa konsensus multi-model memperkirakan puncak El Nino sekitar 3,6 derajat Celsius di atas rata-rata.

Angka itu hampir 1 derajat lebih tinggi dari rekor 149 tahun sebelumnya.

"Dengan data Juli dari 667 anggota ensemble di 14 model prakiraan musiman, El Nino tahun ini kemungkinan besar menjadi yang terkuat sejak catatan andal dimulai," kata Hausfather.

Ia menambahkan bahwa ketiadaan preseden historis untuk pemanasan sebesar ini menyisakan ketidakpastian ilmiah.

"Model memperkirakan sesuatu di luar amplop dari semua yang pernah kami amati," ujarnya.

Dampak Cuaca Global

Perkembangan cepat El Nino telah menimbulkan kekhawatiran tentang umpan balik atmosfer dan kaitannya dengan pemanasan global.

"El Nino memindahkan curah hujan ke timur," kata Isla Simpson, ilmuwan iklim di National Center for Atmospheric Research.

Di Amerika Serikat, para ilmuwan bersiap menghadapi perubahan cuaca regional.

Wilayah Timur Laut diperkirakan mengalami musim dingin yang lebih hangat, sementara Pantai Timur akan melihat curah hujan yang bervariasi.

Dr. Kim Cobb, profesor di Brown University, mengatakan proyeksi menunjukkan El Nino akan melampaui rekor kekuatan tertinggi.

>>> Mantan Developer: Elder Scrolls Online Tak Mampu Pertahankan Kecepatan Rilis Konten