Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di DPR RI.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai persoalan yang muncul bukan hanya pada pelaksanaan, melainkan sudah berakar dari desain program yang tidak berkelanjutan.

>>> DPR Soroti Dampak Ekonomi Program MBG, Rupiah dan IHSG Tertekan

Menurut Charles, berbagai masalah seperti dugaan korupsi dan jual beli titik dapur merupakan konsekuensi dari desain yang sejak awal tidak mampu menopang pelaksanaan jangka panjang.

"Sepertinya kita sudah tahu bahwa permasalahan utama di desain program ini memang tidak sustainable sehingga sooner or later ada skandal besar akibat kasus korupsi, termasuk jual beli titik dapur," ujar Charles, Jumat (17/7/2026).

Ia menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep MBG agar program lebih efektif dan memiliki tata kelola yang lebih baik.

Charles juga menilai target penyaluran kepada 82 juta anak perlu dikaji ulang. Menurutnya, sasaran sebesar itu sulit dicapai mengingat kondisi fiskal negara yang penuh tantangan.

Dalam kesempatan tersebut, politikus itu mengapresiasi masukan dari berbagai pihak, termasuk MBG Watch, yang dinilai dapat menjadi bahan penyempurnaan desain program.

>>> Bayi Bernama 'MBG' Terganjal Aturan, Disdukcapil Sarankan Nama 'Gibran'

"Hari ini kami senang bisa diskusi dengan teman-teman dari MBG Watch.

Kami mendapatkan banyak masukan sehingga reformulasi desain program ini diharapkan lebih spesifik, lebih baik, dan lebih komprehensif," katanya.

Charles mendukung pembentukan Panitia Kerja (Panja) Tata Kelola Program MBG. Panja diperlukan untuk menyusun peta jalan yang lebih realistis agar program tepat sasaran.

"Harapan saya nantinya ketika sudah ada panja, kita bisa bersama-sama membangun road map yang lebih baik dengan desain yang lebih tepat sasaran," tambahnya.

>>> DPR Soroti MBG: Banyak Makanan Terbuang Jadi Pakan Ternak

Usulan reformulasi muncul di tengah evaluasi pelaksanaan MBG yang mendapat sorotan akibat sejumlah persoalan tata kelola. DPR berharap evaluasi menyeluruh menghasilkan program yang lebih efisien, akuntabel, dan berkelanjutan.