John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington, D.

C. , dengan tegas membantah tuduhan whistleblower yang dilontarkan oleh Senator Demokrat Sheldon Whitehouse.

>>> Indonesia Prioritaskan Pengembangan Wisata Kesehatan Berkualitas Tinggi

Whitehouse menuduh pusat seni pertunjukan itu terburu-buru melakukan renovasi demi memenuhi preferensi estetika Presiden Donald Trump.

Dalam surat kepada direktur eksekutif Matt Floca, Whitehouse menyertakan lampiran setebal 83 halaman berisi foto-foto internal yang diduga menunjukkan konstruksi yang buruk.

"Pusat ini terburu-buru melakukan serangkaian renovasi yang didorong oleh keinginan estetika Presiden dan keinginannya untuk tampil dalam serangkaian acara televisi pada bulan Desember," kata Whitehouse.

Ia juga mengkritik kepemimpinan Kennedy Center yang memperlakukan landmark nasional itu seperti proyek real estat pribadi.

>>> FKA Twigs Balas Shia LaBeouf: Reputasimu Hancur karena Perbuatanmu Sendiri

Menanggapi tuduhan tersebut, Wakil Presiden Hubungan Masyarakat Kennedy Center, Roma Daravi, menyatakan bahwa proyek konstruksi itu bertujuan mengatasi masalah infrastruktur jangka panjang.

Daravi menegaskan bahwa keputusan pusat seni itu selalu dibuat dengan akuntabilitas dan dedikasi untuk melestarikan landmark nasional.

"Sebagai pusat budaya Amerika, lembaga ini membuat setiap keputusan dengan panduan pengelolaan yang bertanggung jawab dan komitmen yang tak tergoyahkan kepada para pengunjung dan bangsa yang dilayaninya," ujar Daravi.

Ia menambahkan bahwa Kennedy Center tetap berkomitmen pada transparansi dan perbaikan penting untuk melestarikan institusi bagi generasi mendatang.

>>> 20 Negara Ikut Latihan Militer Pitch Black 2026 di Australia Utara

Meskipun demikian, juru bicara Senator Whitehouse, Meaghan McCabe, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima tanggapan langsung dari Kennedy Center atas surat terbaru maupun permintaan informasi sejak November.