2 Jam Usai Dilantik Trump, Menkeu AS Scott Bessent Jadi Target Pembunuhan
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran percobaan pembunuhan hanya dua jam setelah resmi dilantik oleh Presiden Donald Trump.
Bessent mengatakan insiden tersebut menjadi bukti bahwa ancaman ekstremisme politik yang berujung pada kekerasan masih menjadi persoalan serius di Amerika Serikat.
>>> Michigan Keluarkan Peringatan Kualitas Udara Akibat Asap Kebakaran Hutan
"Saya ingin mengingatkan semua orang di ruangan ini bahwa saya menjadi sasaran percobaan pembunuhan oleh seorang aktivis sayap kiri yang mengalami gangguan hanya dua jam setelah saya dilantik.
Bagi siapa pun yang ingin mengatakan bahwa ancaman ini hanyalah fiksi dan tidak ada, silakan datang saat sidang pembacaan hukumannya pada Agustus nanti," kata Bessent, dikutip Jumat (17/7/2026).
Pelaku Mengaku Bersalah
Pernyataan itu merujuk pada kasus Ryan Michael English. Ia merupakan pria berusia 24 tahun yang sebelumnya mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan terkait rencana menyerang Bessent.
Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, English datang ke Washington pada 27 Januari 2025.
Ia membawa sebilah pisau lipat dan dua bom molotov rakitan dan kemudian mendatangi petugas kepolisian untuk menyerahkan diri.
>>> Polisi Georgia Cari Remaja 13 Tahun yang Diduga Diculik
Jaksa mengungkapkan bahwa sosok itu mengakui datang dengan niat membunuh salah satu calon anggota kabinet yang sedang menjalani proses pemungutan suara konfirmasi di senat pada hari tersebut.
Selain itu, ia juga disebut berencana membakar sebuah lembaga pemikir (think tank) di Washington.
Penyidik turut menemukan sebuah catatan yang diduga ditulis oleh sosok itu sebelum aksinya. Dalam catatan tersebut, ia menuliskan alasan yang menurut penyidik berkaitan dengan motif politik.
Pada Maret 2026, English mengaku bersalah atas dakwaan menerima, memiliki dan memindahkan senjata api secara melawan hukum, serta membawa senjata berbahaya di Gedung Capitol Amerika Serikat.
>>> Chloe Fineman Tinggalkan Saturday Night Live Setelah Tujuh Musim
Sidang pembacaan hukumannya dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026.
Update Terbaru
Belanda Dukung Pemecatan Jaksa ICC Karim Khan yang Diskors
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Asap Kebakaran Hutan Ancam Kualitas Udara Wisconsin, Capai Level Berbahaya
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Publix Tutup Empat Supermarket di 2026, Alihkan Modal ke Pasar Lebih Produktif
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Brianna LaPaglia Sebut Bunnie Xo Masih di Bawah Kendali Jelly Roll
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Polisi Tangkap Pria Usai Insiden Keamanan Libatkan Craig Melvin
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
Pengemudi Mobil dalam Penembakan Fatal Detektif Jonathan Diller Dihukum 5 Tahun Penjara
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
FCC Rencanakan Tindakan Tegas terhadap Acara 'The View'
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
Produser 'John Wick' Digugat atas Dugaan Pengkhianatan Donnie Yen dan Michelle Yeoh
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Drama 'Mormon Wives' Makin Panas: Para Pemain Massal Unfollow Taylor Frankie Paul
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Kim Kardashian Berduka Kepergian Nenek Tersayang, Mary Jo Campbell
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Penjualan Toyota Prius Anjlok, Pembaruan 2027 Tak Banyak Membantu
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Maria Londa Targetkan Emas di Asian Games 2026 sebagai Ajang Terakhir
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Benny Demokrat Minta Nomenklatur RUU Masyarakat Adat Diperjelas
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
CEO Teknologi Khawatir, Bepergian dengan Pengawal Bersenjata Akibat Reaksi Keras AI
Jumat / 17-07-2026, 03:36 WIB







