Lebih dari 100 Demokrat Dukung Pemotongan Bantuan Militer ke Israel
Sebanyak 103 anggota DPR AS dari Partai Demokrat memilih mendukung amandemen yang akan memotong bantuan militer ke Israel.
Amandemen yang diajukan oleh anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie, itu gagal disahkan dengan suara 314-104.
>>> CEO US Soccer Hindari Pertanyaan soal Intervensi Trump di Piala Dunia
Pemimpin minoritas DPR, Hakeem Jeffries, sebelumnya telah mendesak kaukusnya untuk menolak amandemen tersebut. Namun, wakilnya sendiri, Katherine Clark, justru memilih mendukung pemotongan bantuan.
Mantan Ketua DPR Nancy Pelosi juga bergabung dengan 103 Demokrat lainnya. Ia menyebut amandemen itu "tidak tepat" namun mendukungnya "untuk pesan yang disampaikan".
Pergeseran Opini Publik
Langkah ini terjadi di tengah pergeseran opini publik Amerika terhadap bantuan tanpa syarat ke Israel.
Survei Institute for Global Affairs menemukan hanya 16% orang dewasa AS yang mendukung kelanjutan bantuan tanpa syarat.
Di kalangan pemilih di bawah 30 tahun dari kedua partai, angka itu turun menjadi 9%. Hal ini menunjukkan perubahan generasi dalam pandangan terhadap hubungan AS-Israel.
>>> Bluebird Prime Resmi Meluncur, Hadirkan Taksi Premium dengan Innova Zenix Hybrid dan BYD E6
Sementara itu, Partai Republik juga mulai menunjukkan keretakan. JD Vance baru-baru ini mengkritik pengaruh Israel atas kebijakan luar negeri AS dalam wawancara dengan Joe Rogan.
Pertarungan Selanjutnya
Pertarungan yang lebih besar kini menanti. Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahun ini berisi inisiatif yang akan memperdalam integrasi industri pertahanan AS-Israel.
Bernie Sanders memperingatkan bahwa hal itu akan memindahkan kedua lembaga pertahanan menuju tingkat integrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Massie dan Ro Khanna telah mencoba menghapus ketentuan tersebut tetapi gagal.
>>> Perang Chip AI Makin Sengit: China Vs AS di Babak Baru Teknologi Semikonduktor
Pemungutan suara pekan lalu menunjukkan bahwa meskipun mayoritas bipartisan masih mendukung bantuan militer ke Israel, mempertahankannya kini membutuhkan manajemen politik aktif dari para pemimpin yang wakilnya semakin tidak setuju.
Update Terbaru
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina Dihadiri Presiden AS Donald Trump
Jumat / 17-07-2026, 03:00 WIB
Bahlil Ledek Nusron Wahid Pakai Kacamata Hitam karena Inggris Kalah dari Argentina
Jumat / 17-07-2026, 02:58 WIB
Prabowo Butuh Uang Banyak untuk Biaya Kesehatan, Gaji Guru, dan Infrastruktur
Jumat / 17-07-2026, 02:58 WIB
2 Jam Usai Dilantik Trump, Menkeu AS Scott Bessent Jadi Target Pembunuhan
Jumat / 17-07-2026, 02:58 WIB
Michigan Keluarkan Peringatan Kualitas Udara Akibat Asap Kebakaran Hutan
Jumat / 17-07-2026, 02:43 WIB
Polisi Georgia Cari Remaja 13 Tahun yang Diduga Diculik
Jumat / 17-07-2026, 02:43 WIB
Chloe Fineman Tinggalkan Saturday Night Live Setelah Tujuh Musim
Jumat / 17-07-2026, 02:42 WIB
Verizon PHK 3.000 Karyawan dan Jual 274 Gerai Retail
Jumat / 17-07-2026, 02:42 WIB
Kennedy Center Bantah Tuduhan Whistleblower soal Renovasi
Jumat / 17-07-2026, 02:42 WIB
Indonesia Prioritaskan Pengembangan Wisata Kesehatan Berkualitas Tinggi
Jumat / 17-07-2026, 02:42 WIB
FKA Twigs Balas Shia LaBeouf: Reputasimu Hancur karena Perbuatanmu Sendiri
Jumat / 17-07-2026, 02:42 WIB
20 Negara Ikut Latihan Militer Pitch Black 2026 di Australia Utara
Jumat / 17-07-2026, 02:37 WIB
Bintang 'God of War' Ryan Hurst Cedera, Produksi Terhenti
Jumat / 17-07-2026, 02:37 WIB
Chuck Schumer Bungkam Ditanya soal Kentut di Ruang Sidang Senat
Jumat / 17-07-2026, 02:37 WIB







