Seorang pejabat Korea Utara menyerukan "persatuan militan" dengan China saat Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang semakin merapatkan barisan.

Sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korut, Jo Yong Won, menjamu Wang Huning yang tiba di Pyongyang pada Rabu (15/7) untuk kunjungan tiga hari.

>>> Video: Wanita Lepas Borgol di Dalam Mobil Polisi, Lawan Petugas Flagler County

Wang adalah ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Kunjungan Wang merupakan kunjungan tingkat tinggi ketiga China ke Korut, hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri Korut Pak Thae Song ke China pekan lalu untuk peringatan perjanjian bilateral.

Jo menyampaikan bahwa Korut ingin memperkuat solidaritas dengan China di tengah situasi politik internasional yang berubah.

"Situasi politik internasional saat ini yang terus berubah menuntut kedua negara untuk lebih memperkuat persatuan, dukungan, dan solidaritas yang kuat," kata Jo.

>>> Mendagri: Efisiensi APBN Tak Pengaruhi Kinerja Anggaran Kemendagri

Ia menegaskan pendirian Pyongyang untuk memperluas hubungan bilateral sambil mempertahankan komunikasi strategis dan kerja sama taktis erat antara kedua partai dan negara.

Wang, yang berada di urutan keempat hierarki politik China, membalas bahwa perjanjian China-Korut meletakkan landasan hukum untuk memperkuat persahabatan militan yang terbentuk dengan mengorbankan darah, demikian laporan KCNA, Kamis (16/7).

Kedatangan Wang terjadi di hari yang sama saat kepala staf gabungan AS, Korsel, dan Jepang mengadakan pertemuan keamanan di Pentagon.

Pertemuan "Tri-Chod" itu menekankan peningkatan kerja sama trilateral untuk menanggapi ancaman nuklir dan rudal Korut.

>>> Wamendagri Dorong DPRD Optimalkan Fungsi Pengawasan Pelaksanaan APBD

Bulan lalu, Presiden China Xi Jinping mengunjungi Korut dan bertemu Kim Jong Un. Pada April, Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga mengunjungi Pyongyang.