Jakarta – Arus impor produk plastik murah, khususnya dari China, kembali menjadi sorotan.

Para ekonom menilai kondisi ini tidak hanya menekan daya saing industri plastik dalam negeri, tetapi juga berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

>>> Diplomasi Perlu Narasi Baru untuk Redam Islamofobia dan Polarisasi Global

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengungkapkan kekhawatirannya.

Menurutnya, tekanan terhadap industri plastik nasional semakin berat akibat banjirnya produk impor dengan harga yang lebih murah.

Dampak lanjutan dari situasi ini bisa menghambat investasi baru di sektor plastik. Selain itu, penerimaan negara dari industri ini juga berpotensi menurun.

>>> Berhenti Menggali Bookmark Berkat NotebookLM

Para pelaku industri lokal kesulitan bersaing dengan harga impor yang sangat rendah. Hal ini mendorong sejumlah pabrik untuk mengurangi produksi atau bahkan mengancam kelangsungan operasional mereka.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk melindungi industri dalam negeri. Kebijakan seperti pengenaan bea masuk antidumping atau pengawasan ketat terhadap produk impor dinilai perlu dipertimbangkan.

>>> Kepergian OnePlus dari AS dan Eropa: Oppo Ogah Gantikan Posisinya

Tanpa intervensi yang tepat, industri plastik nasional dikhawatirkan akan semakin terpuruk. Hal ini tidak hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga pada rantai pasok dan perekonomian secara keseluruhan.