OnePlus secara resmi mengumumkan akan berhenti menjual produknya di Amerika Serikat dan Eropa per 17 Juli 2026.

Keputusan ini menandai akhir dari era OnePlus seperti yang dikenal selama ini.

>>> Julia Garner dan Mark Foster Berpisah Setelah Enam Tahun Menikah

Meskipun nasib OnePlus di wilayah lain belum jelas, yang pasti merek ini tidak akan lagi hadir di dua pasar utama tersebut.

Kabar ini tentu mengecewakan para penggemar setianya.

Oppo Tidak Ambil Alih

Yang lebih mengejutkan, Oppo—induk perusahaan OnePlus—memilih untuk tidak mengambil alih posisi yang ditinggalkan.

Oppo sebenarnya memiliki produk unggulan seperti Oppo Find X9 Ultra dan Oppo Find N6 yang dianggap layak bersaing.

Namun, Oppo menyatakan tidak memiliki rencana untuk masuk ke pasar AS. Padahal, Oppo memiliki sumber daya finansial, jajaran perangkat, dan pengakuan merek global yang cukup.

>>> Pertamina Patra Niaga: Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen

Keputusan ini menunjukkan bahwa Oppo menilai pasar AS tidak sepadan dengan investasi yang diperlukan.

OnePlus sendiri sebelumnya sudah berusaha keras membangun kehadiran di AS, termasuk melalui kerja sama dengan operator T-Mobile.

Dampak bagi Konsumen

Dengan hengkangnya OnePlus, pilihan ponsel di AS semakin sempit. Samsung dan Apple semakin mendominasi, sementara merek lain seperti Oppo enggan bersaing.

Banyak pengamat menilai keputusan Oppo lebih menyedihkan daripada kepergian OnePlus itu sendiri. Pasalnya, Oppo memiliki produk berkualitas tinggi yang praktis tidak bisa dibeli oleh konsumen AS.

>>> Pansus 18 DPRD Bandung Dorong Penguatan Bank Bandung Lewat Regulasi

Satu-satunya harapan kini bertumpu pada Samsung Galaxy S27 dan Apple iPhone 18 yang akan datang. Namun, minimnya kompetisi dikhawatirkan akan mengurangi inovasi di pasar.