OnePlus secara resmi mengumumkan akan menghentikan penjualan produk baru di Amerika Utara dan Eropa.

Keputusan ini diumumkan oleh Oppo, yang telah berbagi riset, pengembangan, perangkat lunak, dan aspek bisnis lainnya dengan OnePlus sejak kemitraan ganda merek pada 2022.

>>> Pelabuhan Patimban Resmi Layani Rute Peti Kemas Internasional

Kedua perusahaan sebelumnya merupakan bagian dari BBK Electronics, bersama Realme, Vivo, dan iQoo.

Alasan Strategis

Oppo menyebut langkah ini sebagai 'keputusan strategis untuk memfokuskan upaya kami' dan tidak diambil dengan ringan.

Oppo menegaskan bahwa ini bukan instruksi dari Oppo maupun keputusan sepihak OnePlus.

Perusahaan merangkum fokus strategisnya dengan pernyataan: 'merek yang tepat melakukan hal yang tepat di pasar yang tepat.'

>>> Indonesia Lihat Peluang Dagang Baru dari Dorongan Ketahanan Pangan Arab Saudi

Dampak bagi Pemilik OnePlus

Oppo menjamin hak dan komitmen layanan pelanggan tidak berubah.

Dukungan purna jual, garansi, dan pembaruan perangkat lunak tetap dijamin penuh.

OnePlus 15 dan OnePlus 15R yang dirilis akhir 2025 akan menjadi perangkat terakhir yang dijual baru di AS.

Untuk kawasan lain, Oppo menyatakan Realme akan fokus di pasar luar negeri dan tidak lagi meluncurkan produk baru di China, sementara peta jalan OnePlus di China tetap tidak berubah.

>>> Persebaya Luncurkan Jersey Pre Season 2026 untuk Kenang Legenda Eri Irianto

Oppo juga mengonfirmasi tidak memiliki rencana produk untuk Amerika Utara, meskipun terus mengevaluasi peluang baru di seluruh dunia.