OnePlus, salah satu pesaing utama Samsung, dikabarkan akan menghentikan operasinya di Eropa dan Amerika Serikat. Jika benar, ini menjadi kabar baik bagi penjualan ponsel Samsung di kawasan tersebut.

Menurut laporan WinFuture, OnePlus bersiap mundur dari Eropa dan AS. Pernyataan resmi dari merek asal China itu diperkirakan akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

>>> Ahli Ungkap 8 Makanan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Ginjal

OnePlus dan Realme berada di bawah naungan OPPO.

Perusahaan induk dikabarkan telah memutuskan untuk menyerap sepenuhnya anak perusahaannya, namun tetap mempertahankan merek-merek tersebut sebagai lini produk terpisah dalam jajaran smartphone OPPO.

Sebelumnya, pada awal tahun ini, beredar laporan bahwa OnePlus mulai menutup operasi di sejumlah negara. Namun, saat itu perusahaan membantahnya.

Kini, laporan tersebut tampaknya akurat.

>>> JUST CORSECA Luncurkan JC SkySport Smartwatch dan JC SLEEPODS di India

OnePlus telah mulai menjual produk OPPO melalui situs webnya.

OPPO juga dikabarkan akan menghentikan OxygenOS, sistem operasi yang saat ini digunakan pada ponsel OnePlus, dan menggantinya dengan ColorOS buatan sendiri.

OnePlus diperkirakan akan tetap beroperasi di China dan India, yang merupakan pasar terbesarnya. Namun, merek ini kemungkinan akan berhenti beroperasi di sebagian besar negara lain.

Jika hal itu terjadi, Samsung akan kehilangan salah satu pesaing utamanya di pasar Eropa dan AS.

>>> Zoho Luncurkan Kelas 2.0, LMS Akademik Berbasis AI dengan AI Tutor dan AI Course Builder

Industri smartphone saat ini tengah menghadapi tantangan akibat kenaikan harga chip memori yang dipicu oleh AI dan terbatasnya pasokan chip.