Setiap minggu, saya membaca puluhan artikel, panduan, dan ulasan. Saya mem-bookmark semua yang mungkin berguna di kemudian hari.

Masalahnya, bookmark terus bertambah. Semakin sulit menemukan informasi yang saya butuhkan.

>>> Kepergian OnePlus dari AS dan Eropa: Oppo Ogah Gantikan Posisinya

Bahkan saat saya tahu sudah menyimpannya, mencari halaman yang tepat sering berarti membuka banyak tab dan membaca ulang artikel.

NotebookLM mengubah alur kerja itu. Alat ini mengubah halaman web menjadi perpustakaan yang bisa dicari.

Dengan mengimpor artikel yang ingin disimpan, saya bisa bertanya dan mendapat jawaban berdasarkan koleksi sumber saya sendiri.

Ekstensi Chrome Memudahkan Transisi

Beralih dari bookmark browser ke NotebookLM mungkin tidak bertahan jika menambahkan halaman web terasa merepotkan. Namun, prosesnya hanya butuh beberapa klik.

Saya menggunakan ekstensi Chrome NotebookLM Web Importer. Ekstensi ini memungkinkan saya menyimpan halaman yang sedang dibaca langsung ke notebook dengan satu klik.

Alih-alih menyalin URL, membuka NotebookLM di tab lain, membuat sumber baru, dan menempelkan tautan, saya cukup klik ekstensi, pilih notebook tujuan, dan biarkan pengimpor melakukan sisanya.

Ekstensi ini juga bisa mengimpor video YouTube, PDF, dan beberapa tab yang terbuka. Ini memudahkan membangun notebook seputar topik atau proyek riset tertentu.

Folder Bookmark Menjadi Usang

Sebelum menggunakan NotebookLM, saya mengatur bookmark browser ke dalam folder. Meski tampak rapi, setiap folder hanyalah daftar panjang tautan.

Jika ingin menemukan informasi tertentu, saya masih harus mengingat dari artikel mana asalnya dan membaca ulang beberapa halaman web.

Kemudian saya mulai menggunakan NotebookLM untuk mengatur riset secara berbeda.

Saya membuat notebook seputar topik spesifik dan mengimpor halaman web, PDF, video YouTube, dan sumber lain yang ingin disimpan.