Para pengembang id Software yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) meragukan kemampuan studio untuk membuat game menggunakan mesin id Tech di masa depan.

Pernyataan ini muncul setelah Microsoft memberhentikan 136 dari 185 karyawan id Software, memicu kekhawatiran tentang masa depan studio legendaris tersebut.

>>> AS Kembali Terapkan Blokade Laut di Pelabuhan Iran

id Software sebelumnya merilis pernyataan di Twitter yang menegaskan bahwa tim yang tersisa masih mampu membangun game dan teknologi yang menjadi ciri khas mereka.

"Tim saat ini kira-kira sebesar saat kami membuat Doom 2016," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Namun, mantan principal VFX artist Derek Best menanggapi sinis, mengatakan bahwa memangkas tim hingga ke ukuran studio pendukung bukanlah tanda kesuksesan bisnis.

Seorang sumber yang terkena PHK mengatakan kepada Game Developer bahwa Microsoft tampaknya sengaja membuat proses PHK ini semenyakitkan mungkin.

>>> Pria Terjebak di Bawah Dudukan Toilet Portabel Diselamatkan Petugas Pemadam Kebakaran Kansas City

Pengembang lain yang dipecat pekan lalu menyatakan bahwa semua orang yang bisa memperbaiki, memelihara, atau mengubah id Tech telah dipecat.

"Pengetahuan institusional yang hilang di sisi id Tech sangat besar... Saya tidak bisa membayangkan jalan ke depan di mana mereka membuat game lain dengan id Tech," ujarnya.

Microsoft tidak menyebutkan berapa banyak staf yang tersisa yang bekerja pada mesin id Tech, yang juga digunakan oleh Machine Games untuk Wolfenstein.

Bethesda dilaporkan berencana untuk fokus pada waralaba terbesarnya, termasuk Doom, Quake, dan Wolfenstein yang menggunakan id Tech.

>>> Bintang '90 Day Fiancé' Armando Ditolak Masuk AS Saat Putrinya di ICU

Seorang pengembang Doom menambahkan, "Tidak ada keuntungan menjadi milik Microsoft. Mereka telah menghancurkan nilai yang sangat besar, bahkan mungkin tidak mereka sadari."