AS Kembali Terapkan Blokade Laut di Pelabuhan Iran
Militer Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade laut di pelabuhan-pelabuhan Iran dan melancarkan gelombang serangan udara balasan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Tindakan ini dipicu oleh serangan terbaru Teheran terhadap kapal-kapal dagang di Selat Hormuz yang strategis.
>>> Pria Terjebak di Bawah Dudukan Toilet Portabel Diselamatkan Petugas Pemadam Kebakaran Kansas City
Menurut laporan Associated Press, bombardir AS menghantam sebuah barak militer, mengakibatkan sedikitnya tujuh personel militer tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Eskalasi militer ini secara efektif membatalkan perjanjian damai sementara yang baru berusia sebulan, dan mengancam menarik Timur Tengah kembali ke dalam perang yang lebih luas.
Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa pasukannya menargetkan beberapa lokasi pesisir, termasuk Pulau Greater Tunb yang merupakan titik strategis di Selat Hormuz.
Selain itu, pasukan AS melumpuhkan kapal tanker minyak berbendera Curacao, Belma, di dekat Pulau Kharg menggunakan rudal Hellfire pada Rabu setelah kapal tersebut berulang kali mengabaikan peringatan.
Eskalasi ini terjadi setelah periode pengambilan keputusan yang sangat fluktuatif di Washington.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump sempat mengusulkan tarif 20% untuk semua kargo yang melintasi Selat Hormuz, sebelum membatalkan keputusan tersebut dalam waktu 24 jam di bawah tekanan kuat dari sekutu Teluk.
"AS akan, mulai saat ini, dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ'," tulis Trump di Truth Social.
Setelah gelombang kekhawatiran dan panggilan diplomatik dari para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar, Trump membatalkan sistem tarif pada Selasa dengan imbalan komitmen investasi.
>>> Bintang '90 Day Fiancé' Armando Ditolak Masuk AS Saat Putrinya di ICU
"Saya mengeluarkannya kemarin, saya pikir itu bagus," kata Trump dalam pidato publik.
Update Terbaru
Polisi Kerahkan Pasukan Besar ke Restoran Cadillac Ranch Usai Laporan Penembakan
Kamis / 16-07-2026, 07:51 WIB
Partai Republik Kaitkan RUU Pemungutan Suara dengan Paket Belanja Departemen Luar Negeri
Kamis / 16-07-2026, 07:51 WIB
Perubahan Iklim Perparah Banjir di Afrika Barat, Ilmuwan Peringatkan
Kamis / 16-07-2026, 07:51 WIB
Makanan Ultraproses Picu Sepertiga Kasus Penyakit Jantung
Kamis / 16-07-2026, 07:50 WIB
China Kumpulkan Miliaran Dolar demi Kejar Ketertinggalan Chip AI dari AS
Kamis / 16-07-2026, 07:49 WIB
BPDP Perkuat Hilirisasi Inovasi Sawit Lewat PERISAI 2026
Kamis / 16-07-2026, 07:49 WIB
Android 17 QPR1 Beta 7 Perbaiki Bug Quick Settings di Pixel
Kamis / 16-07-2026, 07:49 WIB
Dicap Pengkhianat, Rismon Balas Roy Suryo Cs: Sekarang Mereka Hancur-hancuran!
Kamis / 16-07-2026, 07:49 WIB
YLBHI: Eks Jampidsus Febrie Layak Divonis Seumur Hidup, Lebih Berat dari Nadiem
Kamis / 16-07-2026, 07:49 WIB
Gaji Magang Nasional 2026 Capai Rp 5,9 Juta, Ini Besaran Uang Saku dan Syaratnya
Kamis / 16-07-2026, 07:49 WIB
Argentina vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Perebutan Gelar pada 19 Juli
Kamis / 16-07-2026, 07:47 WIB
Katia Itzel, Wasit Wanita Meksiko Pertama di Piala Dunia 2026
Kamis / 16-07-2026, 07:47 WIB
Ramalan Zodiak 16 Juli: Cancer Wujudkan Rencana, Leo Bicara Seperlunya
Kamis / 16-07-2026, 07:47 WIB
Menjelang GTA 6, Pemain GTA Online Keluhkan Penurunan Hadiah
Kamis / 16-07-2026, 07:14 WIB







