Anggota DPR Amerika Serikat, Ilhan Omar, memperkenalkan sebuah resolusi yang mendorong negaranya untuk bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Langkah ini merupakan bentuk penolakan terhadap tindakan pemerintahan Trump yang dinilai berusaha melemahkan pengadilan internasional tersebut.

>>> Panduan Hukum Perlindungan Hak Pekerja di Indonesia

Resolusi tersebut diumumkan dua hari setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan niat untuk membubarkan ICC.

Pentingnya ICC bagi Keadilan Global

Dalam pernyataannya, Omar menekankan pentingnya ICC sebagai alat keadilan di tempat-tempat di mana korban tidak memiliki tempat lain untuk mengadu.

"ICC adalah alat penting untuk keadilan di tempat-tempat di mana korban tidak punya tempat lain untuk berpaling," ujar Omar.

Ia menambahkan bahwa AS harus memimpin dengan memberi contoh dalam mendukung keadilan internasional.

>>> Panduan Membeli Motor Listrik untuk Pemula di Tahun 2026

Para anggota parlemen Eropa juga menyuarakan dukungan mereka terhadap ICC, membantah klaim pemerintahan Trump bahwa pengadilan tersebut mengancam kedaulatan AS.

Juru bicara Uni Eropa, Anouar El Anouni, menyatakan, "Kami teguh dalam dukungan kami terhadap Mahkamah Pidana Internasional. Serangan atau ancaman terhadap pengadilan ...

sama sekali tidak dapat diterima."

ICC sebelumnya pernah mendapat dukungan bipartisan, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

>>> Indonesia dan Wilayah Kirov Rusia Jajaki MoU Industri di INNOPROM 2026

Mendiang Senator Lindsey Graham pernah menyebut pengadilan tersebut sebagai tempat untuk mewujudkan keadilan di daerah yang tidak memiliki supremasi hukum.