Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengumumkan program baru untuk melakukan skrining kekurangan testosteron pada personel militer yang berusia 30 tahun ke atas.

Dalam video yang diunggah di media sosial pada Rabu, Hegseth menyatakan bahwa skrining akan dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari penilaian kesehatan berkala personel.

>>> Fosil Muntahan Tertua Ditemukan, Usianya Lebih Tua dari Dinosaurus

Personel di bawah usia 30 tahun juga dapat mengikuti skrining secara sukarela.

Program ini bertujuan memastikan personel memiliki kadar testosteron yang tepat untuk beroperasi secara maksimal, mengingat testosteron dapat menurun seiring bertambahnya usia.

Jika pengobatan direkomendasikan, personel memiliki pilihan penuh untuk menerima terapi penggantian testosteron.

Hegseth menegaskan bahwa inisiatif ini bukan tentang peningkatan buatan, melainkan memulihkan dan mengoptimalkan kemampuan alami, melindungi umur panjang, serta memastikan fondasi biologis yang diperlukan untuk mempertahankan pertempuran.

Studi menunjukkan penurunan kadar testosteron secara keseluruhan pada remaja dan pria muda sejak tahun 1990-an.

Penurunan testosteron secara alami seiring usia dapat menyebabkan gejala seperti disfungsi seksual, depresi, dan masalah tidur.

Penelitian juga menunjukkan hubungan kuat antara stres dan kadar testosteron rendah, termasuk pada pria yang lebih muda.

>>> Studi: Minyak Ikan Justru Tingkatkan Risiko Stroke pada Orang Sehat

Departemen Urusan Veteran AS memiliki protokol klinis sendiri untuk mengevaluasi dan menangani pasien dengan testosteron rendah, termasuk penggunaan terapi penggantian testosteron.

Masalah ini mendapat perhatian anggota Kongres pada tahun 2024 ketika sebuah ketentuan dimasukkan dalam rancangan undang-undang pertahanan nasional tahun fiskal 2025 yang meminta Menteri Pertahanan memberikan pengarahan tentang perawatan testosteron rendah yang tersedia di militer serta protokol pengujian dan skrining saat ini.