AS Hentikan Penarikan Pesawat Militer dari Bandara Ben Gurion
Militer Amerika Serikat membatalkan rencana penarikan pesawat pengisi bahan bakar dari Bandara Ben Gurion, Israel. Keputusan ini diambil karena meningkatnya konflik dengan Iran.
Sebanyak 33 pesawat tanker besar kini berada di bandara utama dekat Tel Aviv tersebut.
>>> Wisatawan Lansia Alami Patah Tulang Paha Akibat Serangan Bison di Yellowstone
Total pesawat pengisi bahan bakar dan kargo AS di lokasi itu mencapai sekitar 75 unit setelah empat pesawat tambahan tiba.
Pejabat perjalanan Israel memperingatkan bahwa kehadiran militer akan mengganggu musim liburan puncak. Hal ini berpotensi menyebabkan pembatalan puluhan ribu tiket penumpang.
Presiden AS Donald Trump menyatakan berakhirnya gencatan senjata dalam KTT NATO baru-baru ini.
"Ini berjalan sangat cepat – kami telah menghancurkan militer mereka, dan kami memukul mereka dengan sangat keras," kata Trump.
Pernyataan itu menyusul panggilan telepon di mana Trump dilaporkan mendukung Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk serangan udara di bandara Sana'a, Yaman.
Serangan itu merusak landasan pacu dan menghalangi pendaratan pesawat Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan langsung kepada pemimpin Iran. "Jangan mengandalkan akan ada ketenangan jika Anda menyerang kami," kata Netanyahu.
>>> UAE Bangun Pelabuhan Baru di Fujairah untuk Hindari Selat Hormuz
Netanyahu menekankan bahwa tindakan bermusuhan di masa depan akan mendapat balasan yang jauh lebih keras.
"Jangan harap akan ada pengulangan dari apa yang terjadi sebelumnya, karena tidak akan ada pengulangan," ujarnya.
Sementara itu, 180 anggota parlemen Iran menuntut penghentian nota kesepahaman dengan AS. Trump mengesampingkan upaya diplomatik lebih lanjut dalam pidatonya di KTT NATO di Ankara.
Kedutaan Besar Iran mengumumkan bahwa penjaga pantai Uni Emirat Arab membebaskan 55 nelayan Iran yang ditahan sejak Maret dan April.
Mereka ditahan karena gangguan sistem pelacakan regional.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa memerintahkan maskapai komersial untuk menghindari wilayah udara Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA hingga 29 Juli.
>>> Saham Oracle Anjlok 33% Akibat Utang Membengkak untuk Ekspansi AI
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan optimisme tentang pembentukan zona penarikan pasukan di Lebanon selatan.
Update Terbaru
Milania Giudice Dekat dengan Keluarga Joe Usai Ditangkap karena Penganiayaan
Selasa / 14-07-2026, 22:59 WIB
Pemain WoW dan FF14 Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp240 Juta
Selasa / 14-07-2026, 22:57 WIB
Mantan Karyawan Kanye West Minta Biaya Pengacara Rp19 Miliar
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Bocah 5 Tahun Meninggal Akibat Penyakit Langka Clarkson
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Dua Remaja Texas Ditangkap karena Merusak Bukti Kematian Tenggelam
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Penggugat Pria Stefon Digges: Tim NFL Terbangkan Saya untuk Bertemu
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Lionel Messi Absen Latihan Penuh Jelang Argentina vs Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Qualcomm Siapkan Snapdragon X2 Elite untuk Laptop Gaming, Performa Mendekati RTX 5060
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Gelar RGS 2026, OJK Ingatkan Patuh Aturan Bukan Hambatan Usaha
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Spanyol Berpotensi Rusak Rekor Nirkalah Argentina saat Lawan Prancis
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Cerita di Balik Alasan Mengapa Messi Belum Pernah Lawan Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Jalan Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka Usai Pembersihan Puing JPO
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Publishing Lead Palworld Minta Pemain Abaikan Drama Buatan di Media Sosial
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB







