Arab Saudi dan milisi Houthi di Yaman kembali terlibat saling serang udara di tengah memanasnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Houthi, sekutu Iran yang menguasai sebagian besar Yaman termasuk ibu kota Sanaa, menembakkan rudal ke Saudi setelah menuduh Riyadh mengebom landasan pacu Bandara Internasional Sanaa pada Senin (13/7).

>>> Gangguan Besar Melanda Spotify: Aplikasi dan Web Player Bermasalah

Kronologi Serangan Balasan

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan mereka menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi menggunakan rudal balistik dan drone.

Serangan ini adalah yang pertama diklaim Houthi terhadap Saudi sejak gencatan senjata informal pada Maret 2022.

Houthi menyebut serangan Saudi sebagai agresi terang-terangan yang mengakhiri periode de-eskalasi. Mereka memperingatkan maskapai penerbangan untuk tidak terbang di wilayah udara Saudi hingga blokade Bandara Sanaa dicabut.

Pemerintah Yaman yang diakui internasional, yang didukung Saudi, mengakui serangan terhadap Bandara Sanaa.

Axios melaporkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman meminta dukungan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan ke Yaman, dan Trump menyetujuinya.

Pemicu Ketegangan

Bentrokan bermula sekitar 10 hari lalu ketika pesawat maskapai Iran, Mahan Air, mendarat di Sanaa untuk menjemput delegasi Houthi menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

>>> Ariana Grande Ubah Lirik Lagu, Isyaratkan Balikan dengan Ricky Alvarez

Penerbangan langsung Iran ke Sanaa tidak pernah terjadi selama lebih dari satu dekade karena blokade Saudi yang khawatir akan pengiriman senjata atau penasihat militer.

Mahan Air berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan telah dikenai sanksi AS.

Houthi mengklaim jet tempur Saudi sempat berupaya mencegah pesawat mendarat, namun gagal. Mereka kemudian mengancam akan menyerang bandara Saudi jika kejadian serupa terulang.

Pada Senin, ketika pesawat Iran kembali dari Iran membawa delegasi Houthi, militer Saudi membombardir Bandara Sanaa, memaksa pesawat mengubah rute dan mendarat di Al Hudaydah.

Seorang pejabat AS mengklaim pesawat tersebut mengangkut senjata, komponen rudal, dan tenaga ahli militer untuk Houthi.

>>> Nico O'Reilly Sebut Hadapi Lionel Messi Sebagai Kesempatan Sekali Seumur Hidup

Sebagai balasan, Houthi meluncurkan rudal dan drone ke Bandara Abha serta memperingatkan maskapai agar tidak melintasi wilayah udara Saudi.