Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong industri perbankan untuk memperkuat penerapan Know Your Customer (KYC) guna menekan praktik judi online.

Menurut Meutya, rekening penampung merupakan bagian paling vital dalam ekosistem judi online. Oleh karena itu, pemberantasan harus menyasar rekening tersebut, bukan hanya pemblokiran situs.

>>> Angkatan Muda Golkar Kecam Deddy Sitorus yang Sebut Bahlil 'Bolu Ketan'

Pemerintah selama ini telah memutus jutaan akses situs dan konten judi online. Namun, upaya itu dinilai belum cukup jika aliran dana melalui rekening penampung masih terus berjalan.

"Pemutusan situs harus juga dibarengi dengan mengamputasi leher dari ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung," ujar Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 di Kompleks PerjabBank Indonesia, Selasa (14/7/2026).

Ia menambahkan, perbankan memiliki peran strategis melalui penerapan prinsip KYC yang lebih ketat. Hal ini untuk mendeteksi rekening yang berpotensi digunakan sebagai sarana transaksi judi online sejak dini.

Komdigi telah melaporkan sekitar 38.000 rekening yang diduga terkait aktivitas judi online kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.500 rekening berhasil ditutup atau sekitar 88,5 persen.

>>> Tak Ada Sanggahan, Komdigi Tetapkan Hasil Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Meutya menilai capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat OJK dan perbankan dalam memutus aliran dana perjudian online.

"Ini bentuk komitmen yang sangat nyata karena yang selama ini terlihat hanya Komdigi, padahal teman-teman di perbankan juga memiliki peran yang sangat luar biasa," katanya.

Ia juga menyoroti maraknya praktik pembukaan rekening menggunakan identitas masyarakat yang kemudian diperjualbelikan kepada pelaku kejahatan digital.

Masyarakat berpenghasilan rendah seperti petani hingga ibu rumah tangga kerap diminta membuka rekening dengan imbalan Rp100.000 hingga Rp500.000.

Meutya meyakini praktik tersebut dapat dideteksi lebih awal jika penerapan KYC diperkuat hingga ke tingkat kantor cabang maupun gerai layanan perbankan.

>>> AXA Mandiri Tekankan Kemudahan Klaim Digital dan Express Claim

"Jadi tidak usah menunggu banyak laporan rekening bermasalah karena sejak awal ternak rekening bisa dicegah," ujarnya.