Saham Oracle Anjlok 33% Akibat Utang Membengkak untuk Ekspansi AI
Saham Oracle mengalami penurunan tajam sebesar 33% pada tahun 2026 hingga 14 Juli 2026.
Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap lonjakan utang perusahaan yang digunakan untuk mendanai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang agresif.
>>> Dana Infrastruktur Cincinnati Terbatas, Wali Kota Tak Bisa Atasi Krisis Perumahan
Berdasarkan data keuangan dari Yahoo Finance dan Seeking Alpha, Oracle mencatat total utang sebesar $167,4 miliar pada akhir tahun fiskal 2026 per 31 Mei.
Angka ini meningkat $43 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan utang bersih mencapai $97,6 miliar, S&P baru-baru ini menurunkan peringkat kredit Oracle menjadi BBB-. Peringkat tersebut hanya satu tingkat di atas status sampah (junk).
Investasi Infrastruktur Data Center Membengkak
Oracle mengalokasikan $55,7 miliar untuk infrastruktur pusat data selama tahun fiskal 2026. Pengeluaran ini diperkirakan akan tumbuh sekitar 70% pada tahun fiskal 2027, melampaui $90 miliar.
Untuk mendukung pembangunan yang padat modal ini, manajemen perusahaan berencana menggalang dana tambahan $40 miliar pada tahun fiskal 2027 melalui kombinasi utang dan ekuitas.
Oracle telah mengonfirmasi inisiatif pendanaan ekuitas senilai $20 miliar untuk tahun tersebut.
>>> Kumis dan Jenggot: Estetika Politik ala Trump yang Diikuti Pete Hegseth
Investor khawatir langkah ini akan menyebabkan dilusi saham di samping meningkatnya ambang utang.
Meskipun tekanan pada neraca keuangan, Oracle mencatat pipeline kewajiban kinerja sisa (remaining performance obligations) senilai $638 miliar pada akhir tahun fiskal 2026.
Nilai tersebut hampir sepuluh kali lipat dari pendapatan Oracle tahun fiskal 2026 yang sebesar $67,4 miliar.
Analis keuangan mencatat bahwa sekitar setengah dari kontrak besar ini berasal dari OpenAI.
Manajemen Oracle memperkirakan investasi infrastruktur ini akan mempercepat pengakuan pendapatan secara signifikan. Perusahaan memproyeksikan lonjakan pendapatan sebesar 33% menjadi $90 miliar pada tahun fiskal 2027.
>>> Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Pilih Bank Digital
Oracle berencana mengonversi 12% dari backlog kontraknya menjadi pendapatan aktif dalam setahun ke depan. Tambahan 34% lainnya akan dikonversi antara 13 hingga 36 bulan.
Update Terbaru
Milania Giudice Dekat dengan Keluarga Joe Usai Ditangkap karena Penganiayaan
Selasa / 14-07-2026, 22:59 WIB
Pemain WoW dan FF14 Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp240 Juta
Selasa / 14-07-2026, 22:57 WIB
Mantan Karyawan Kanye West Minta Biaya Pengacara Rp19 Miliar
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Bocah 5 Tahun Meninggal Akibat Penyakit Langka Clarkson
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Dua Remaja Texas Ditangkap karena Merusak Bukti Kematian Tenggelam
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Penggugat Pria Stefon Digges: Tim NFL Terbangkan Saya untuk Bertemu
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Lionel Messi Absen Latihan Penuh Jelang Argentina vs Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
Selasa / 14-07-2026, 22:56 WIB
Qualcomm Siapkan Snapdragon X2 Elite untuk Laptop Gaming, Performa Mendekati RTX 5060
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Gelar RGS 2026, OJK Ingatkan Patuh Aturan Bukan Hambatan Usaha
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Spanyol Berpotensi Rusak Rekor Nirkalah Argentina saat Lawan Prancis
Selasa / 14-07-2026, 22:54 WIB
Cerita di Balik Alasan Mengapa Messi Belum Pernah Lawan Inggris
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Jalan Tendean Arah Blok M Kembali Dibuka Usai Pembersihan Puing JPO
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB
Publishing Lead Palworld Minta Pemain Abaikan Drama Buatan di Media Sosial
Selasa / 14-07-2026, 22:49 WIB







