Israel dilaporkan mengalami kekurangan pasukan cadangan dan peralatan militer, terutama tank, setelah agresi di Jalur Gaza serta perang dengan Iran dan Lebanon.

Radio Angkatan Darat Israel pada Selasa (14/7) mengungkapkan militer kekurangan personel cadangan dan tank yang siap tempur.

>>> Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: XLSmart dan Telkomsel Menang

"Unit cadangan saat ini kosong.

Sebuah batalion bukanlah batalion penuh, dan sebuah kompi bukanlah kompi yang sebenarnya," kata seorang komandan cadangan dalam laporan tersebut, dikutip Middle East Monitor.

Ia menambahkan bahwa masyarakat dan pengambil keputusan mendengar tentang brigade penuh di Lebanon, tetapi jumlahnya tidak sesuai harapan.

"Pada kenyataannya, formasi yang ada jauh lebih kecil. Jumlah tentara, tank, dan kendaraan jauh lebih sedikit," ujar komandan itu.

Beberapa formasi cadangan disebut berada dalam kondisi runtuh secara efektif.

"Ada unit yang kondisinya lebih baik dan ada pula yang lebih buruk. Semua orang melakukan yang terbaik, tetapi sulit untuk terus beroperasi dalam keadaan seperti ini," kata dia.

Media itu juga melaporkan brigade dan batalion cadangan beroperasi di bawah kekuatan yang seharusnya, dengan tank yang tidak mencukupi untuk pertempuran.

>>> 7 Aplikasi Terbukti Membayar untuk Hasilkan Saldo Dana Gratis di 2026

Militer tidak lagi memiliki cukup tank siap tempur setelah banyak tank rusak dalam pertempuran dan dinonaktifkan.

Kompi lapis baja cadangan terpaksa beroperasi dengan jumlah tank lebih sedikit dari yang dibutuhkan.

Radio Angkatan Darat juga melaporkan sebuah kompi cadangan baru-baru ini menyelesaikan "misi operasional" di Lebanon hanya dengan satu perwira yang tersisa.

Komandan kompi sudah dibebaskan dari tugas, tidak ada bintara senior, dan unit itu berjalan tanpa rantai komando yang berfungsi.

Sejak Oktober 2023, Israel meluncurkan agresi di berbagai front, termasuk Gaza dan Lebanon.

Pasukan Zionis juga terlibat bentrok dengan Iran dan kelompok Houthi Yaman serta melancarkan serangan berulang di Suriah.

Israel Hayom sebelumnya melaporkan militer berencana melepas ribuan anggota cadangan akhir bulan karena tekanan keuangan yang dihadapi lembaga pertahanan.

>>> Perlengkapan dan Suplemen Olahraga dari Bintang Favorit Anda

Militer Israel saat ini bergulat dengan kekurangan dana parah setelah mengeluarkan anggaran masif, yang mengakibatkan defisit anggaran.