Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan kemandirian industri gula nasional dengan memperkuat peran koperasi petani tebu.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penguatan akses pembiayaan dan tata kelola koperasi agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menopang target swasembada gula.

>>> 8 Makanan Ini Berbahaya untuk Kucing, Jangan Diberikan

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir Koperasi yang dirangkaikan dengan Rembuk Petani Tebu Rakyat.

Acara ini digelar di Semarang dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan di sektor perkebunan tebu.

Dana Bergulir Rp22,4 Triliun untuk Koperasi

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UKM menyiapkan dana bergulir sebesar Rp22,4 triliun untuk memperkuat koperasi petani tebu.

Dana ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi usaha tani tebu di berbagai daerah.

>>> ICW Temukan Dugaan Mark Up Pengadaan Pikap Kopdes Merah Putih

Selain pembiayaan, pemerintah juga memberikan bimbingan teknis untuk memperbaiki tata kelola koperasi.

Hal ini penting agar koperasi dapat mengelola dana secara transparan dan akuntabel.

Dengan demikian, produktivitas tebu nasional dapat meningkat dan target swasembada gula dapat tercapai.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor gula.

>>> Cara Praktis Membuat Website Profesional Tanpa Coding Menggunakan WordPress Tahun 2026

Koperasi petani tebu diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam rantai pasok industri gula nasional.