Indonesian Corruption Watch (ICW) menduga terjadi penggelembungan anggaran dalam pengadaan mobil pikap untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Sebanyak 160 ribu unit kendaraan dibeli oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, BUMN yang mengurus pembelian armada untuk koperasi tersebut.

>>> Cara Praktis Membuat Website Profesional Tanpa Coding Menggunakan WordPress Tahun 2026

Direktur Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, merinci pengadaan berasal dari sejumlah pabrikan Jepang, China, dan India.

Dari Jepang, Mitsubishi menyuplai 13.600 unit Canter, Hino 10.000 unit Dutro HD dan HDX, serta Isuzu 900 unit Elf NMR.

Foton dari China memasok 13.000 unit Aumark, sisanya dari India berupa pikap Mahindra Scorpio, Tata Yodha, dan Ultra T7.

Total anggaran pengadaan mencapai Rp200 triliun, berasal dari alokasi Rp3 miliar per Kopdes.

Respons Pemerintah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons temuan ICW dengan menyatakan pencairan anggaran hanya akan dilakukan setelah melalui proses audit.

>>> Bintang NY Giants Jermaine Eluemunor Dulu Ingin Jadi Pesepakbola Profesional

"Saya bayar yang diaudit saja," ujarnya di Kompleks DPR RI, Selasa (14/7).

Purbaya mengaku belum melihat data temuan ICW.

ICW menduga selisih harga per unit pikap mencapai Rp61 juta hingga Rp69 juta.

Dengan target 80 ribu unit, potensi perburuan rente ditaksir Rp4,86 triliun hingga Rp5,54 triliun.

>>> Bintang NY Giants Jermaine Eluemunor Dulu Ingin Jadi Pesepakbola Profesional

ICW merekomendasikan penghentian sementara proyek, pembukaan dokumen pengadaan, dan penyelidikan aparat penegak hukum.