PT JIO Distribusi Indonesia (JDI), agen tunggal pemegang merek BAIC di Indonesia, memutuskan menunda peluncuran pikap double cabin.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan kendaraan tersebut akan dipasarkan.

>>> Valentino Rossi Kembali Naik Yamaha M1 di Goodwood Festival of Speed

Padahal, unit double cabin BAIC sudah tersedia dalam konfigurasi setir kanan yang sesuai standar jalan Indonesia. Namun, perusahaan memilih bersikap tenang dan memantau perkembangan pasar terlebih dahulu.

Kesiapan Unit dan Penundaan Peluncuran

Chief Operating Officer PT JDI, Dhani Yahya, mengungkapkan bahwa BAIC telah menyiapkan model double cabin bermesin diesel yang memenuhi standar emisi Euro 4.

Meski demikian, peluncurannya belum menjadi prioritas, termasuk untuk ajang GIIAS 2026.

"Dieselnya sudah ready, right-hand drive. Cuma kami melihat mungkin tidak di momen GIIAS 2026 ini kami lakukan," kata Dhani di Tangerang.

Faktor Pasar yang Kecil

Salah satu pertimbangan utama BAIC adalah potensi pasar kendaraan double cabin di Indonesia yang masih kecil.

Dhani menuturkan volume penjualan segmen ini belum bisa dibandingkan dengan kendaraan komersial lainnya.

"Segmen full-size double cabin itu market-nya tidak terlalu besar. Setahun mungkin sekitar 800 unit saja, tidak puluhan ribu seperti kendaraan komersial," ujarnya.

Selain volume pasar, BAIC juga berhati-hati dalam menentukan jenis mesin yang paling cocok untuk konsumen Indonesia. Perusahaan masih menimbang antara mesin diesel atau bensin.

>>> Block Bayar Denda Rp 45 Miliar atas Klaim Penipuan Cash App

"Kami punya dua pilihan, diesel atau bensin.

Jadi kami tunggu dulu, wait and see, sampai diputuskan apakah kami akan memasukkan diesel atau bensin untuk segmen double cabin ini," kata Dhani.