Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh barang bersubsidi pemerintah disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Kopdes Merah Putih).

Langkah ini bertujuan agar penyaluran subsidi tepat sasaran sekaligus mencegah penyimpangan distribusi.

>>> 5 Negara Arab yang Aman dari Serangan Balasan Iran ke AS

"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus!

Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," kata Prabowo dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).

Prabowo menjelaskan setiap Kopdes nantinya tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga toko sembako, apotek desa, gudang logistik, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

"KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi.

Di dalam ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, logistik desa, gudang, cold storage, serta berbagai layanan ekonomi lainnya," katanya.

Tantangan Kapasitas dan Pengawasan

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan tujuan pemerintah memperbaiki distribusi subsidi melalui Kopdes dapat dipahami.

Namun, perlu dipastikan perubahan jalur distribusi juga dibarengi dengan perbaikan sistem pengawasan.

"Selama ini masalah utama subsidi bukan hanya siapa yang menyalurkan, tetapi lemahnya pengawasan, akurasi data penerima, dan penegakan aturan," ujar Yusuf kepada CNNIndonesia.

com, Senin (13/7).

Menurutnya, secara teori koperasi sebagai pangkalan resmi bisa memperpendek rantai distribusi dan mengurangi ruang bagi permainan harga.

Namun, tidak ada jaminan koperasi otomatis lebih bersih dibanding saluran yang sudah ada. Penyimpangan barang subsidi selama ini juga terjadi di jalur distribusi resmi.