Presiden Prabowo Subianto mendorong perluasan peran koperasi agar tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam dan perdagangan, tetapi juga terlibat dalam sektor ekonomi produktif seperti energi, pertambangan mineral, dan industri pengolahan kelapa sawit.

Arah pengembangan koperasi tersebut disampaikan Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

>>> Prabowo: Yang Ragu Duduk di Rumah Saja, yang Bilang Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo mengatakan koperasi harus menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional yang berjalan bersama dengan sektor usaha lain, mulai dari UMKM, swasta, hingga BUMN dan BUMD.

“Kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, penguatan koperasi merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali ekonomi berbasis kekeluargaan sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Kalau kita memperkuat koperasi bukan berarti kita memperlemah yang lain,” kata Prabowo.

Koperasi Kini Boleh Kelola Sumur Minyak dan Tambang

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah memberikan ruang lebih besar bagi koperasi untuk berperan dalam berbagai sektor usaha produktif.

Ferry menyebut koperasi saat ini dapat terlibat dalam pengelolaan sektor energi, termasuk sumur minyak rakyat atau idle well, serta sektor pertambangan mineral.

“Koperasi sekarang sudah boleh mengelola sumur minyak rakyat atau idle well, koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral,” ujar Ferry dalam laporannya kepada Presiden Prabowo.

Menurut Ferry, perluasan bidang usaha tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional.

Selain sektor energi dan pertambangan, pemerintah juga mendorong koperasi untuk terlibat dalam industri pengolahan berbasis komoditas.