Ferry mengatakan koperasi telah mulai mengembangkan industri pengolahan kelapa sawit melalui pembangunan pabrik CPO.

“Kami juga sekarang sudah mengelola dan mendirikan pabrik CPO,” kata Ferry.

>>> Minisforum Rilis MS-03, Mini PC Enterprise dengan Intel Core Ultra 9 386H dan Dukungan GPU Diskrit

Salah satu pengembangan tersebut dilakukan melalui pembangunan pabrik CPO oleh Koperasi Unit Desa Sejahtera di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang direncanakan untuk diresmikan pada Agustus.

Selain energi berbasis fosil, pemerintah juga mendorong keterlibatan koperasi dalam pengembangan energi baru terbarukan.

Ferry menyampaikan rencana peresmian pembangkit listrik tenaga surya skala setengah hingga satu megawatt di Sembur Laut, Pulau Galang Baru, Kepulauan Riau sebagai bagian dari pengembangan usaha koperasi.

Perluasan sektor usaha koperasi berjalan seiring dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Ferry mengatakan pemerintah ingin memperkuat kembali ekonomi desa melalui koperasi yang hadir di setiap desa dan kelurahan.

“Kami menerjemahkannya sebagai langkah-langkah ideologis mereaktivasi perekonomian desa dengan mendirikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di setiap desa dan kelurahan,” ujar Ferry.

Dalam laporannya, Ferry menyebut sebanyak 83.000 badan hukum KDKMP telah selesai.

Dari sisi infrastruktur pendukung, sebanyak 15.845 unit telah menyelesaikan pembangunan fisik gudang, gerai, dan perlengkapan, sementara 19.539 unit masih dalam tahap pembangunan.

Langkah pemerintah memperluas bidang usaha koperasi menunjukkan perubahan arah pengembangan koperasi nasional.

Koperasi tidak hanya ditempatkan sebagai lembaga pembiayaan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi produktif.

>>> YouTuber Ms Rachel Bela Murid TK Berhijab Usai Trump Bagikan Video

Dengan keterlibatan pada sektor energi, pertambangan, industri sawit, dan energi terbarukan, pemerintah berharap koperasi dapat memperkuat peran masyarakat dalam rantai ekonomi nasional.