Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas kepada pihak-pihak yang masih memandang masa depan Indonesia secara pesimistis.

Menurutnya, siapa pun yang merasa Indonesia suram dipersilakan mencari negara lain. Sementara mereka yang memilih tetap berada di Indonesia diminta bersatu dan bergotong royong membangun bangsa.

>>> Minisforum Rilis MS-03, Mini PC Enterprise dengan Intel Core Ultra 9 386H dan Dukungan GPU Diskrit

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

Koperasi sebagai Alat Penguatan Ekonomi

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa koperasi merupakan instrumen penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat, terutama kalangan kecil.

Ia mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat apabila bersatu. "Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin.

Tapi seperti sapu lidi, satu lidi itu lemah. Tapi bergabung itu kekuatan," kata Prabowo.

Ia optimistis gerakan koperasi Indonesia akan tumbuh menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi nasional.

Menurutnya, penguatan koperasi juga akan memastikan perputaran uang tetap berada di dalam negeri dan dinikmati masyarakat.

Prabowo bahkan menyebut dirinya ingin melihat koperasi diisi oleh orang-orang yang berkomitmen membangun Indonesia, bukan pihak yang membawa modal ke luar negeri.

"Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian, bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri," ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengaku menerima laporan bahwa semakin banyak petani yang kini mampu berlibur ke luar negeri. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah ingin mewujudkan petani, nelayan, dan buruh yang lebih makmur melalui pembangunan ekonomi yang bertumpu dari desa hingga kabupaten.