Bank Mandiri konsisten memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang jatuh pada tahun 2026. Tema yang diusung adalah "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya".

Perusahaan menekankan kombinasi pembiayaan produktif dan layanan digital untuk mendorong pemberdayaan koperasi dan pelaku usaha mikro.

>>> Erick Thohir: Mitchell Baker Tambahan Berharga untuk Timnas Indonesia

Langkah ini sejalan dengan semangat menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang sehat, profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari ekosistem penggerak ekonomi, Bank Mandiri menempatkan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan yang inklusif.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perseroan mencapai Rp17,77 triliun kepada 135.829 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Penyaluran KUR tersebut mengalir ke berbagai sektor produktif, seperti perdagangan, pertanian, dan jasa.

Bank Mandiri juga mempertegas komitmen memperkuat koperasi melalui dukungan aktif pada program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, mengatakan bahwa dukungan ini menegaskan posisi perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan.

Hal ini sejalan dengan semangat menjadikan koperasi pilar pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Bank Mandiri meyakini koperasi dan pelaku UMKM yang berdaya saing menjadi pondasi penting bagi ekonomi kerakyatan, serta memberikan nilai tambah kepada masyarakat secara jangka panjang.

Ini menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujar Henry dalam keterangan resmi, Senin (13/7).

Sebelumnya, melalui jaringan lebih dari 113 ribu Mandiri Agen yang tersebar hingga pelosok negeri, Bank Mandiri telah mendukung pengelolaan ratusan koperasi desa dan kecamatan.

>>> NCT WISH Rilis Single Jepang Baru 'YO-I-DON!' Sebelum Album Fisik