Michael Cohen Luncurkan Acara Radio WABC di Tengah Rekonsiliasi dengan Trump
Mantan pengacara pribadi Donald Trump, Michael Cohen, meluncurkan program radio baru di WABC New York pada Minggu, 12 Juli 2026.
Langkah ini menandai rekonsiliasi publik dan pribadi dengan Presiden Trump setelah bertahun-tahun permusuhan hukum yang intens.
>>> China Angkat Bicara soal Perang AS vs Iran yang Kembali Memanas
Menurut laporan The Seattle Times, keduanya mengadakan pertemuan singkat musim panas lalu di klub golf pribadi Trump di Bedminster, New Jersey.
Pertemuan itu memutuskan keterasingan panjang dan diikuti oleh pertemuan kedua yang lebih lama tahun ini serta panggilan telepon ke sekutu dekat Trump.
Cohen mengatakan hubungannya dengan presiden membaik dalam beberapa bulan terakhir setelah reaksi liberal terhadap kritiknya terhadap jaksa.
"Jika Donald Trump dan Michael Cohen bisa menghidupkan kembali dan merekonsiliasi hubungan masa lalu mereka, maka siapa pun seharusnya bisa," kata Cohen.
Selama penyelidikan jaksa wilayah Manhattan sebelumnya terkait kesepakatan uang tutup mulut yang melibatkan seorang aktris film dewasa, Cohen menjelaskan kerja samanya dengan penegak hukum dengan sikap berbeda.
Ia sebelumnya mengatakan Trump "harus bertanggung jawab atas perbuatan kotornya."
>>> Khamenei Balas Kematian Ayah: Dendam Ini Pasti akan Dilaksanakan
Cohen, yang menjalani hukuman penjara karena perannya dalam transaksi itu, kini mengklaim kesaksiannya sebelumnya ditekan oleh penyidik.
Ia merasa "terpaksa dan dipaksa untuk memberikan apa yang mereka cari."
Di awal kariernya, Cohen menggambarkan peran agresifnya saat mengerjakan proyek real estat dan mengelola konflik untuk Trump sebagai "preman yang ditunjuk."
Selama pertikaian publik, Trump sering menyerang kredibilitas mantan pengacaranya dengan julukan seperti "tikus" dan "pembohong."
Trump juga menggunakan istilah merendahkan lainnya sebelum membatalkan gugatan terhadap Cohen menjelang deposisi yang dijadwalkan.
>>> DIM Tetapkan Mitra Terpilih PSEL Tahap Kedua, Empat Konsorsium Dipimpin Perusahaan Indonesia
Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar mengenai rekonsiliasi atau usaha penyiaran baru Cohen.
Update Terbaru
Influencer 'Okay Baby' Katelynn Ordone Ajukan Cerai Usai Kematian Anak
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Video Mengerikan Tunjukkan Kebakaran Mematikan di Gedung Bir Bangkok
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Korban Serangan Bison di Yellowstone Teridentifikasi, Alami Patah Tulang Parah
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Zahara Jolie Ambil Langkah Hukum Lepas Nama Pitt
Senin / 13-07-2026, 22:00 WIB
Erling Haaland Ucapkan Selamat Tinggal ke AS Usai Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia
Senin / 13-07-2026, 21:59 WIB
Kendal Tornado FC Resmi Rekrut Striker Rizky Dwi Pangestu
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Terbuka Usai Wacana 64 Tim
Senin / 13-07-2026, 21:58 WIB
Strategi Tim Robot ITS Juarai KRAI 2026 dan Melaju ke Hong Kong
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair 20 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Kejagung Bantah Kabar Eks Jampidsus Febrie Kabur Umrah Usai Jadi Tersangka
Senin / 13-07-2026, 21:56 WIB
Honda Super One Siap Meluncur di GIIAS 2026, Jajal Pasar Mobil Listrik Indonesia
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Yusril: Alasan Polri Limpahkan Kasus Jampidsus Febrie ke Kejagung
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Momen Lee Dong Wook dan Yoo In Na Viral, Picu Rumor Pacaran
Senin / 13-07-2026, 21:53 WIB
Declan Rice Terbaring 3 Hari karena Penyakit Misterius Sebelum Lawan Norwegia
Senin / 13-07-2026, 21:50 WIB







