Hampir 4.000 perawat kembali bekerja di Brigham and Women's Hospital pada Senin, 13 Juli 2026.

Mereka mengakhiri pemogokan dan lockout terbesar dalam sejarah Massachusetts tanpa kesepakatan kontrak baru.

>>> Michael Cohen Luncurkan Acara Radio WABC di Tengah Rekonsiliasi dengan Trump

Perselisihan tenaga kerja ini mempertemukan tuntutan serikat pekerja untuk kenaikan biaya hidup dengan kekhawatiran rumah sakit atas anggaran operasional yang membengkak.

Aksi mogok dimulai sebagai pemogokan satu hari pada Rabu, tetapi berubah menjadi lockout lima hari oleh manajemen Mass General Brigham.

Langkah ini diambil untuk memenuhi kontrak dengan sekitar 1.300 perawat pengganti sementara.

Sementara itu, sekitar 450 tenaga kesehatan Home Care masih melakukan pemogokan hingga Selasa. Mereka memperjuangkan kontrak serikat pertama mereka.

Dukungan Luas untuk Perawat

Kelly Morgan, ketua Komite Perundingan MNA Brigham and Women's Hospital, menyambut kembalinya staf saat shift dimulai Senin pagi.

"Ayo kembali bekerja dan merawat pasien kita," ujarnya.

Morgan mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan luas yang diterima para perawat selama aksi mogok.

"Hari ini kami kembali ke Brigham dengan kepala tegak karena kami tidak pernah berhenti berjuang untuk pasien kami," katanya.

Ia menegaskan bahwa standar klinis di institusi terkemuka itu tidak akan terganggu. "Saya tidak ingin pasien berpikir mereka akan mendapatkan perawatan di bawah standar," ujar Morgan.

Morgan menekankan bahwa kembali bekerja bukan berarti akhir dari perjuangan mereka. Ia memperkirakan mediasi federal akan melanjutkan perundingan kontrak.

Jen DeVincent, perawat staf di rumah sakit, berbagi refleksi emosional saat rekan-rekannya berbaris kembali ke kompleks medis.

"Kami tidak ingin berada di luar, tetapi kami merayakan satu sama lain dan dukungan yang kami berikan," katanya.