Mampukah Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Barang Subsidi-Apotek Desa?
"Artinya, mengganti aktor distribusi tanpa membangun sistem pengawasan yang kuat hanya berpotensi memindahkan titik kebocoran," ujar Yusuf.
"Bahkan, ketika distribusi dikonsentrasikan pada satu lembaga, risiko munculnya rente baru juga perlu diwaspadai karena akses terhadap barang subsidi menjadi lebih terpusat," lanjutnya.
Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan penyaluran barang bersubsidi selama ini kerap bocor karena melewati terlalu banyak perantara, data penerima lemah, dan distribusi tidak dekat dengan masyarakat.
"Pemerintah memang menyatakan barang bersubsidi akan disalurkan melalui Kopdes Merah Putih agar bantuan lebih tepat sasaran," ujar Syafruddin.
Meski demikian, ia mengingatkan jalur Kopdes tidak otomatis lebih aman apabila pengurus tidak kompeten, pencatatan stok masih manual, audit lemah, data penerima tidak terbuka, serta distribusi dikuasai elite lokal.
Menurut dia, jaminan keamanan bukan berasal dari nama lembaga, tetapi dari sistem pengawasan yang kuat seperti penggunaan data penerima berbasis NIK, pencatatan stok secara digital, audit rutin, kanal pengaduan masyarakat, dan sanksi tegas bagi pelaku penyelewengan.
Selain itu, ia menilai pengawasan yang kuat juga termasuk pemisahan tegas antara pengurus koperasi, pemasok, dan pengambil keputusan desa.
Beban Berlebih dan Risiko Gagal
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet mempertanyakan apakah Kopdes memiliki kapasitas untuk menjalankan seluruh fungsi, termasuk menyalurkan barang subsidi.
Ia menilai tantangannya cukup besar karena Kopdes dibebani banyak peran sekaligus antara lain meliputi simpan pinjam, perdagangan kebutuhan pokok, distribusi LPG dan pupuk, layanan kesehatan, pergudangan, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setiap lini usaha membutuhkan kompetensi dan tata kelola yang berbeda.
"Koperasi yang belum memiliki pengalaman operasional berisiko hanya menjadi lembaga yang banyak fungsi tetapi minim kemampuan eksekusi," ujar Yusuf.
Update Terbaru
5 Bahaya Hipertensi Tidak Terkontrol, Bisa Berakibat Fatal
Selasa / 14-07-2026, 13:43 WIB
Juan Soto Jamin Francisco Lindor Kembali ke All-Star Musim Depan
Selasa / 14-07-2026, 13:43 WIB
Big Cass Umumkan Kembali ke WWE pada 3 Agustus
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Jaksa KPK Kutip Lagu Broery Marantika untuk Ingatkan Pejabat Bea Cukai
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
IHSG Bangkit 0,61 Persen ke 6.074 pada Sesi I Siang Ini
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Bupati Gowa Walk Out dari Sidang Pansus Hak Angket DPRD
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Pramono Siapkan Tempat Kumpul Khusus Lansia di Jakarta
Selasa / 14-07-2026, 13:42 WIB
Cavaliers Kalahkan Heat di Las Vegas Summer League
Selasa / 14-07-2026, 13:38 WIB
Lamine Yamal Tanggapi Sindiran Rajoy soal Timnas Prancis
Selasa / 14-07-2026, 13:38 WIB
Ikut Cardio Dance di Wellnest Vol.2, Gratis Cuma Butuh Semangat Sehat
Selasa / 14-07-2026, 13:38 WIB
Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
Selasa / 14-07-2026, 13:36 WIB
Prediksi Superkomputer Opta: Inggris Bungkam Argentina dalam 90 Menit
Selasa / 14-07-2026, 13:35 WIB
Kasus Park Na Rae Memanas: Mantan Manajer Sewa Pengacara Baru
Selasa / 14-07-2026, 13:35 WIB
Berkas Lengkap, Yaqut Siap Buka-bukaan di Persidangan Kasus Haji
Selasa / 14-07-2026, 13:35 WIB







