Karena itu, prinsip kehati-hatian harus lebih dikedepankan dibanding kecepatan pembentukan unit usaha," ujar Yusuf.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi memandang rencana berbagai peran yang akan diemban kopdes dari jadi gerai sembako, unit simpan pinjam hingga apotek desa sebagai sesuatu yang ambisius.

Dari sisi pembangunan desa, konsep ini dinilai menarik karena warga bisa memperoleh barang pokok, obat, pembiayaan, dan akses pasar dalam satu ekosistem.

Namun, tugas sebanyak itu mudah berubah menjadi beban kelembagaan jika kopdes belum punya modal kerja, manajemen risiko, sistem akuntansi, SDM profesional, dan pasar yang cukup.

Ia mengatakan simpan-pinjam memerlukan keahlian analisis kredit. Lalu, apotek memerlukan izin, tenaga kefarmasian, rantai pasok obat, dan kepatuhan standar kesehatan.

Toko sembako juga memerlukan rotasi stok cepat dan margin tipis. Offtaker hasil panen pun memerlukan gudang, modal besar, dan pembeli lanjutan.

"Jadi, tugas itu tidak salah secara konsep, tetapi berbahaya jika dijalankan serentak tanpa tahapan," ujar Syafruddin.

Ia mengatakan Kopdes sebaiknya memulai dari unit yang paling sesuai dengan kebutuhan desa dan arus kas paling cepat, lalu naik kelas setelah tata kelola, pasar, dan modalnya terbukti kuat.

Syafruddin mengatakan agar Kopdes tidak bangkrut, pemerintah harus berhenti memperlakukan semua desa dengan model bisnis yang sama.

Koperasi di desa pertanian, desa nelayan, desa wisata, kawasan urban, dan wilayah terpencil punya struktur biaya, pola permintaan, dan risiko usaha yang berbeda.

Oleh karena itu, setiap kopdes dinilai perlu studi kelayakan sederhana sebelum membuka unit usaha seperti siapa pembelinya, besaran omzet minimum, jumlah margin, biaya sewa, biaya pegawai, jumlah risiko stok rusak, dan kapan modal kembali.

"Unit yang rugi harus segera dievaluasi, digabung, dialihkan, atau ditutup sebelum menyerap dana anggota dan dana publik terlalu besar," ujar Syafruddin.

Kopdes disebut juga perlu membatasi utang, memisahkan dana subsidi dari dana usaha komersial, memakai laporan keuangan bulanan, menetapkan batas piutang, dan mengaitkan insentif pengurus dengan laba bersih serta pelayanan anggota.

>>> Urutan Skincare Pagi yang Benar: Day Cream Dulu, Baru Sunscreen

"Koperasi tidak boleh hidup dari seremoni pembukaan, melainkan dari arus kas yang sehat, anggota yang aktif, barang yang benar-benar dibutuhkan, dan disiplin usaha yang keras," pungkasnya.