Spanyol dan Gibraltar secara resmi mengakhiri kontrol perbatasan pada Selasa tengah malam setelah perjanjian yang ditandatangani di Brussel mulai berlaku.

Kesepakatan ini mengakhiri lebih dari empat tahun negosiasi pasca-keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

>>> Menteri Maman Perkuat Ekosistem Ojol, Driver Bakal Dapat Pelatihan, Pendampingan, dan Modal

Pemeriksaan bea cukai dihapuskan, menciptakan perbatasan yang lebih lancar bagi penduduk, turis, dan sekitar 15.000 pekerja Spanyol yang masuk ke Gibraltar setiap hari.

Reaksi Para Pejabat

Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menyebut perjanjian ini sebagai "kesepakatan bersejarah" yang menjanjikan kemakmuran bersama.

"Kami baru saja mengakhiri periode panjang perselisihan dan membuka pintu menuju era baru koeksistensi bagi dua populasi yang hidup terpisah dan kini bergandengan tangan, tiga abad kemudian," ujar Albares.

Ia menekankan bahwa kesepakatan ini memberikan kemajuan signifikan dalam stabilitas dan kemakmuran bagi 300.000 warga Andalusia di wilayah Campo de Gibraltar.

>>> Kemenperin Perkuat Ekspor ke Afrika, Maroko Jadi Mitra Strategis

Menteri Utama Gibraltar, Fabian Picardo, menegaskan bahwa perjanjian tersebut tidak mengompromikan kedaulatan Inggris atas wilayah itu.

"Perbatasan yang sering memisahkan dan membatasi wilayah kami kini akan menjadi tempat kerja sama dan peluang bersama," kata Picardo.

Ia menambahkan, "Kehidupan sehari-hari ribuan orang akan dimudahkan, ekonomi kami akan mendapat kepastian lebih besar, dan masa depan Gibraltar akan berdiri di atas fondasi hukum yang kokoh."

>>> Berhenti Unduh Aplikasi Produktivitas Setelah Menggabungkan Gemini dengan Google Sheets

Menteri Inggris untuk Eropa, Stephen Doughty, menyebut penandatanganan perjanjian itu sebagai "momen yang sangat istimewa" dan menyoroti signifikansinya bagi hubungan lintas batas.