Amran Pastikan Harga Beras RI Stabil di Tengah Gejolak Harga Dunia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga beras di Indonesia tetap stabil meskipun harga komoditas pangan di tingkat global tengah mengalami kenaikan.
Menurut Amran, kondisi ini ditopang oleh surplus produksi dan stok beras nasional yang masih melimpah.
>>> Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Mulai 1 September 2026
Ia menyebut kenaikan harga beras di pasar global belum berdampak terhadap harga di dalam negeri.
"Harga beras (global naik), tapi kita stabil. Kenapa?
Beras kita surplus dan stok kita banyak, sangat besar. Harga dunia naik," ujar Amran dalam konferensi pers di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Rabu (15/7).
Amran menambahkan, stabilnya harga beras menjadi salah satu faktor yang menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga pangan global.
"Ini Bapak Presiden (Prabowo Subianto), (kebijakannya) harga BBM subsidi tidak naik, harga beras stabil di saat harga dunia naik, dengan akibat Selat Hormuz mungkin salah satunya," ujarnya.
Peluang Ekspor Beras
Di sisi lain, Amran menilai kenaikan harga beras dunia juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
>>> Mojtaba Khamenei Ucapkan Terima Kasih atas Pemakaman Sang Ayah
Ia mengungkapkan sejumlah negara telah mulai mengajukan permintaan impor beras dari Indonesia.
"Oh iya pasti (Indonesia ambil celah memanfaatkan kenaikan harga beras). Karena ada beberapa negara minta impor (beras ke Indonesia).
Sementara (masih) negosiasi," ujar Amran.
Harga beras dunia kembali melanjutkan tren kenaikan.
Berdasarkan data Trading Economics, harga beras dunia pada perdagangan terbaru tercatat mencapai US$13,75 per hundredweight (cwt).
Posisi itu lebih tinggi dibandingkan US$12,48 per cwt pada 23 Juni 2026, setelah mengalami kenaikan dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan.
>>> Lionel Scaloni Minta Argentina vs Inggris Tak Dicampur Isu Politik: Ini Murni Sepak Bola
Kenaikan harga beras global terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di sejumlah negara, termasuk dampak fenomena El Nino dan ketidakpastian rantai pasok internasional.
Update Terbaru
Kejagung Bantah Pendataan SPPG Dihentikan karena Kasus Febrie
Rabu / 15-07-2026, 19:56 WIB
Petinju Putri 16 Tahun Indonesia Raih Medali Emas Asian Boxing 2026
Rabu / 15-07-2026, 19:55 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Janjikan Umrah Gratis bagi Pembuktian Keponakan Komisaris BUMN
Rabu / 15-07-2026, 19:55 WIB
DJ Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan ke Polisi Akibat Lagu 'Gapapa'
Rabu / 15-07-2026, 19:55 WIB
AS Bombardir Iran Lagi: Target Lumpuhkan Kekuatan Militer Teheran
Rabu / 15-07-2026, 19:50 WIB
Tom Holland: 'Frame Terakhir' Spider-Man: Brand New Day Akan Jelaskan Judul
Rabu / 15-07-2026, 19:50 WIB
Guenther Steiner Ragukan Peluang Max Verstappen ke Mercedes
Rabu / 15-07-2026, 19:50 WIB
Kenapa Mata Berair saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
Wamendagri Kawal Usulan Pembangunan KPP 4 DOB Papua Masuk PSN
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
FIFA Langgar Hukum jika Gelar Acara di Jeda Final Piala Dunia 2026
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
Purbaya Disemprot DPR Gegara Pindahkan Dana SAL ke Bank Himbara
Rabu / 15-07-2026, 19:49 WIB
Calon Pembeli Rumah Jennifer Lopez Batal, Transaksi Gagal
Rabu / 15-07-2026, 19:45 WIB
Pemkot Medan Minta Penjelasan soal Antrean BBM di SPBU Pertamina
Rabu / 15-07-2026, 19:45 WIB
Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan Green and Smart Port
Rabu / 15-07-2026, 19:45 WIB







