Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pihaknya telah menyalurkan sekitar 17 juta bibit kopi untuk pengembangan perkebunan di Aceh.

Program itu mencakup pengembangan kebun kopi seluas 17 ribu hektare di berbagai daerah di Aceh. Amran memastikan pemerintah akan menambah bantuan pada 2027.

>>> Spanyol Singkirkan Prancis, Ribuan Fans di Ambon Rayakan

"Kopi, kita tanam kopi, laporannya Pak Bupati tadi itu bisa meningkatkan pendapatan petani, pekebun di sini Rp4 triliun (per tahun).

Itu kita berikan 17 ribu hektare, dengan jumlah batang 17 juta kopi untuk seluruh Aceh.

Insya Allah tahun depan kita akan tingkatkan, yang penting ini dirawat dengan baik," kata Amran di Rimba Raya KM 60, Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7).

Berdasarkan laporan pemerintah daerah, pengembangan kopi itu mampu mendongkrak pendapatan pekebun hingga sekitar Rp4 triliun per tahun.

Amran mengapresiasi pendampingan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan di Aceh, mulai dari penyediaan bibit hingga pengawalan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

"Pembibitannya sangat bagus, kami sangat puas. Juga PPL, saya terima kasih.

Ini bekerja dengan baik," ujarnya.

Target Ekspor Kopi Rp200 Triliun

Amran menilai kopi Gayo memiliki posisi penting di pasar internasional.

Ia menargetkan nilai ekspor kopi Indonesia yang saat ini sekitar Rp40 triliun dapat meningkat menjadi Rp100 triliun, bahkan hingga Rp200 triliun dalam beberapa tahun mendatang.

"Ekspor kita sudah mencapai nilainya Rp40 triliun. Kalau bisa kita tingkatkan sampai Rp100 triliun ke depan, bila perlu Rp200 triliun.

Itu pasti bisa," ujarnya.

Ia mengatakan potensi kopi Gayo masih sangat besar karena telah memiliki reputasi di pasar global.

>>> Tips Bergadang Nonton Final Piala Dunia 2026 ala Menkes Budi