"Bagaimana kopi Gayo menggetarkan dunia, bila perlu seluruh dunia ini mencicipi kopi Gayo," kata Amran.

Amran juga mengungkapkan pengalaman saat berbincang dengan eks Presiden AS Bill Clinton dalam kunjungan ke Meksiko dan Argentina.

Salah satu topik yang dibahas adalah kopi Gayo.

"Ada pengalaman saya. Waktu kami kunjungan ke Meksiko dan Argentina, ketemu Bill Clinton.

Yang dibahas adalah kopi Gayo. Di situ saya terharu," ujarnya.

Pemerintah akan melanjutkan dukungan terhadap pengembangan perkebunan kopi, tidak hanya di Aceh tetapi juga di berbagai daerah lain.

"Insya Allah kami akan bantu petani kopi se-Indonesia, termasuk Aceh. Sudah dua tahun, tahun depan lagi.

Kami mesti anggarkan dua sampai tiga tahun ke depan," kata Amran.

Selain peningkatan produksi, pemerintah berupaya menjaga harga kopi di tingkat petani.

Harga kopi Gayo saat ini telah mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Salah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penataan ekspor melalui mekanisme satu pintu agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga komoditas di pasar internasional.

Program pengembangan kopi tersebut merupakan bagian dari percepatan hilirisasi subsektor perkebunan yang dijalankan Kementan.

>>> Banjir Rob Rendam Pesisir Surabaya, Sekolah Terdampak

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9,5 triliun untuk mengembangkan tujuh komoditas strategis, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete, dengan target pengembangan kebun rakyat seluas 870 ribu hektare pada periode 2025-2027.