Kaspersky Soroti Pentingnya Keamanan Terintegrasi di Tengah Lonjakan Ancaman Seluler
Kaspersky menyoroti pentingnya pendekatan keamanan terintegrasi di tengah meningkatnya ancaman siber yang menargetkan perangkat seluler.
Sepanjang tahun 2024, perusahaan mendeteksi lebih dari 33,3 juta serangan terhadap pengguna ponsel pintar di seluruh dunia.
>>> Prabowo Panggil Menteri Bahas Penyaluran Barang Subsidi Lewat Koperasi Merah Putih
Jumlah serangan Trojan perbankan Android hampir tiga kali lipat, dari sekitar 420.000 kasus pada 2023 menjadi 1,242 juta kasus pada 2024.
Malware ini dirancang untuk mencuri kredensial guna mengakses layanan perbankan online, sistem pembayaran elektronik, dan kartu kredit.
Pada kuartal pertama 2026, Kaspersky memblokir sekitar 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan.
Dalam periode yang sama, terdeteksi 162.275 paket Trojan perbankan seluler serta ratusan paket terkait ransomware seluler.
Ponsel Pintar Jadi Target Bernilai Tinggi
Choon Hong Chee, Kepala Saluran Konsumen Asia Pasifik di Kaspersky, mengatakan ponsel pintar telah berevolusi menjadi target bernilai tinggi bagi penjahat siber.
>>> BPDP Tampilkan Inovasi Sawit untuk Pangan hingga Energi Terbarukan di PERISAI 2026
"Aplikasi seluler sekarang beroperasi dalam lanskap ancaman yang sangat dinamis," ujarnya.
Menurut Chee, organisasi menghadapi tantangan yang melampaui malware konvensional, termasuk Trojan perbankan, spyware, pencuri kredensial, serangan phishing, dan upaya perusakan aplikasi.
Perkembangan ini menuntut perubahan pendekatan terhadap keamanan aplikasi.
Banyak perusahaan masih memperlakukan keamanan sebagai lapisan tambahan setelah aplikasi dikembangkan. Namun, pendekatan itu dinilai tidak lagi cukup.
"Bagi bisnis yang mengoperasikan aplikasi perbankan seluler, fintech, ritel, pemerintahan, perawatan kesehatan, atau perjalanan, keamanan harus menjadi bagian integral dari aplikasi itu sendiri," kata Chee.
>>> Adegan Ciuman Seo In Guk dan Park Ji Hyun di Kamar Mandi Viral
Untuk mengatasi tantangan ini, Kaspersky menganjurkan pengintegrasian keamanan langsung ke dalam aplikasi melalui Kaspersky Mobile Security SDK.
Update Terbaru
Produser Tales of Minta Maaf atas Penantian Panjang Entry Baru
Rabu / 15-07-2026, 18:56 WIB
Panduan Menyelesaikan Quest Sugarcane and Its Yields di Black Flag Resynced
Rabu / 15-07-2026, 18:55 WIB
Harga Minyakita di Atas HET, Kemendag Sebut Penyaluran Capai 51 Persen
Rabu / 15-07-2026, 18:55 WIB
Spotify Tanam Fitur AI Baru, Bisa Diajak Ngobrol untuk Kurasi Musik
Rabu / 15-07-2026, 18:55 WIB
Junket Bank TV Anime Umumkan Dua Anggota Pemeran Baru
Rabu / 15-07-2026, 18:50 WIB
Departemen Kehakiman AS Panggil Paksa Sembilan Firma Hukum Terkait Kesepakatan Era Trump
Rabu / 15-07-2026, 18:50 WIB
Czar Perbatasan Trump Hentikan Sementara Operasi ICE di Jalan Raya
Rabu / 15-07-2026, 18:49 WIB
Pertempuran Sengit AS vs Iran Pecah di Selat Hormuz
Rabu / 15-07-2026, 18:49 WIB
Kardinal Orlando Beltran Raih Harmony in Diversity Award 2026
Rabu / 15-07-2026, 18:49 WIB
Sumut Manfaatkan Tambahan TKD Rp6,35 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana
Rabu / 15-07-2026, 18:49 WIB
Mobil Listrik BYD Tabrak Kaca Gedung di Jakarta Selatan
Rabu / 15-07-2026, 18:49 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto Ditunjuk sebagai Pelatih Indonesia All Stars vs Aston Villa
Rabu / 15-07-2026, 18:45 WIB
Kebakaran Landa Tahura R Soerjo Mojokerto, Tim Gabungan Terkendala Medan
Rabu / 15-07-2026, 18:45 WIB
Cara Mudah Cairkan Saldo Dana Rp385 dari 5 Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya 2026
Rabu / 15-07-2026, 18:43 WIB







