Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyerukan kerja sama internasional untuk mengatasi ancaman kecerdasan buatan (AI) yang semakin besar.

Ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak dapat mencapai target keamanan sibernya sendirian.

>>> Jane Campion Kenang Keanggunan Sam Neill di Lokasi Syuting dan Rumah Sakit

Pernyataan itu disampaikan Bailey sebelum pidatonya di hadapan para eksekutif keuangan dalam acara Mansion House dinner di London, seperti dilaporkan The Guardian.

Seruan Bailey muncul setelah Presiden AS Donald Trump sempat melarang akses warga asing ke model AI Claude Mythos milik Anthropic.

Larangan itu dicabut beberapa minggu kemudian, namun para pakar keamanan siber memperingatkan bahwa alat digital canggih semacam itu berpotensi mengancam pertahanan siber internasional.

Bailey menekankan bahwa sifat jaringan digital modern yang saling terhubung membuat isolasionisme sepihak tidak mungkin dilakukan oleh negara mana pun.

"Kita harus memiliki pemahaman internasional yang lebih baik tentang cara menghadapi pengenalan AI perbatasan (frontier AI)," ujar Bailey.

Gubernur Bank of England itu menegaskan bahwa kolaborasi global sangat penting untuk mencegah alat digital berbahaya jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

"AS tidak dapat mencapai apa yang ingin dicapai secara masuk akal, dalam hal memperkuat pertahanan, sendirian karena sistemnya sangat terhubung," kata Bailey.

Ia juga menjelaskan kerentanan lintas batas sistem digital dalam pidato resminya di hadapan para pemimpin keuangan.

"Tidak ada negara yang bisa mengisolasi diri dari sifat lintas batas sistem yang lazim saat ini," ujar Bailey.

Seruan untuk standar AI internasional ini bertepatan dengan pidato Menteri Keuangan Rachel Reeves yang membela catatan ekonominya menjelang akhir masa jabatannya.