Perangkat seluler kini menjadi pusat kehidupan digital, mulai dari transaksi perbankan hingga akses layanan publik. Namun, ketergantungan ini juga menjadikannya target empuk bagi penjahat siber.

Kemajuan kecerdasan buatan (AI) semakin memperkuat serangan.

>>> Argentina vs Inggris: Duel Sejarah yang Membara di Semifinal Piala Dunia 2026

Phishing yang dulu mudah dikenali kini sulit dibedakan karena AI menghasilkan email dan situs palsu yang sangat realistis.

Choon Hong Chee, Kepala Saluran Konsumen Asia Pasifik di Kaspersky, mengatakan bahwa penjahat siber semakin menargetkan perangkat seluler karena ponsel pintar menjadi gerbang menuju aset digital berharga.

"Indonesia mencerminkan tren regional di Asia Tenggara, di mana penjahat siber menargetkan pengguna seluler karena ponsel pintar menjadi gerbang utama menuju identitas digital, layanan keuangan, dan data pribadi," ujar Chee.

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada perangkat seluler telah mengubah lanskap ancaman siber. Serangan yang dulu menargetkan komputer desktop kini beralih ke ponsel pintar.

Kaspersky melaporkan lonjakan 196% serangan Trojan perbankan global yang menargetkan Android sepanjang 2024.

Varian baru Trojan Triada juga ditemukan pada perangkat Android palsu yang didistribusikan melalui pengecer tidak resmi.

>>> Tuduhan Khozinudin Dinilai Ngawur, dr. Tifa: Nggak Usah Kasih Panggung!

Indonesia termasuk negara dengan jumlah korban tertinggi di antara lebih dari 2.600 pengguna yang terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat seluler tidak lagi sekadar alat komunikasi.

Selain malware, penjahat siber memanfaatkan AI untuk meningkatkan efektivitas serangan.

AI digunakan untuk membuat phishing yang lebih alami, situs palsu yang mirip layanan sah, dan pesan penipuan yang dipersonalisasi.

Chee menekankan bahwa perangkat seluler harus diperlakukan sebagai titik akhir lengkap.

Organisasi perlu memperluas kontrol keamanan tingkat perusahaan ke lingkungan seluler, termasuk deteksi ancaman, MDM, dan program kesadaran pengguna.

>>> Samsung Flex Titanium: Layar Lipat Lebih Kuat dengan Bekas Lipatan Minimal

Pada kuartal pertama 2026, Kaspersky memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, dan perangkat lunak berpotensi tidak diinginkan.