Pelecehan online tidak hanya berhenti di layar gawai. Dampaknya bisa merusak psikologis, karier, hingga pendidikan korban.

Laporan terbaru Kaspersky mengungkap bahwa empat dari lima masyarakat di Asia Pasifik mengalami dampak psikologis dan sosial akibat penyalahgunaan teknologi, termasuk pelecehan di media sosial.

in1

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 25 - 28 Juni 2026

Survei terhadap 7.600 responden di 19 negara menunjukkan 80 persen responden di Asia Pasifik sadar bahwa penyalahgunaan teknologi bisa memicu masalah psikologis dan sosial.

Secara global, 79 persen responden menyebut depresi, trauma, dan stres jangka panjang sebagai dampak utama. Sementara 73 persen mengaitkannya dengan rusaknya reputasi hingga isolasi sosial.

Korban Memilih Diam, Dampak Nyata di Dunia Nyata

Sebanyak 55 persen korban di Asia Pasifik mengaku menjadi lebih berhati-hati saat menggunakan internet. 25 persen lainnya mengurangi aktivitas digital.

18 persen korban membatasi komunikasi dengan teman atau keluarga, dan 12 persen harus mengakhiri hubungan dengan orang lain akibat pelecehan tersebut.

Dalam kasus yang lebih serius, 4 persen korban kehilangan atau meninggalkan pekerjaan, sementara 3 persen terpaksa putus sekolah karena tekanan yang dialami.

Yang lebih memprihatinkan, banyak korban memilih diam dan tidak mencari bantuan. Sebanyak 13 persen korban di Asia Pasifik bahkan tidak melakukan tindakan apapun setelah mengalami pelecehan.

>>> Daftar Acara Trans TV Kamis, 25 Juni 2026 Ada Film Bioskop Ghostbusters: Afterlife dan District 13: Ultimatum, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar + Link

Orang terdekat yang mengetahui kondisi ini pun enggan bertindak. Sebanyak 32 persen mengaku tidak tahu cara membantu, dan 23 persen ragu apakah perlu ikut campur.