Kantor Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pasifik Barat mengeluarkan peringatan pada Jumat (16/5) bahwa gangguan pendanaan global dapat menghambat upaya pengendalian HIV di Asia dan Pasifik.

Kawasan ini merupakan rumah bagi epidemi HIV terbesar kedua di dunia. Sekitar 7 juta orang di sana hidup dengan HIV.

in1

>>> Siapa Anak dan Istri Icuk Nugroho? Pemeran Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Benarkah Bukan Orang Sembarangan?

Setiap tahun, tercatat sekitar 280.000 infeksi baru dan 120.000 kematian terkait AIDS. Negara-negara seperti Fiji, Filipina, dan Papua Nugini mengalami pertumbuhan epidemi HIV tercepat di dunia.

Ketergantungan pada Pendanaan Eksternal

WHO menyebut lanskap pendanaan telah berubah drastis. Bantuan pembangunan global menurun tajam dan dukungan internasional untuk HIV terus berkurang.

>>> Pemprov DKI Siapkan Fasilitas Baru Sambut HUT ke-499 Jakarta

Sekitar 76 persen pengeluaran untuk pencegahan HIV di kawasan tersebut masih berasal dari sumber eksternal. Akibatnya, layanan penjangkauan dan layanan yang dipimpin komunitas bagi populasi kunci menjadi rentan.

WHO mendorong pemerintah untuk mengambil alih tanggung jawab menggantikan pendanaan eksternal. Langkah yang disarankan meliputi integrasi HIV ke dalam cakupan kesehatan universal dan layanan kesehatan primer.

>>> Kapolri: Ziarah ke Makam Mantan Presiden Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Selain itu, WHO meminta penguatan sistem dan data nasional, mengatasi hambatan sosial terhadap layanan, serta mempercepat akses terhadap inovasi.