Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI menilai tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah melahirkan pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya di tengah globalisasi dan kemajuan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas dalam acara National Leadership Camp 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Sabtu.

in1

>>> 5 Rekomendasi Face Cream Anak untuk Melembapkan dan Mencerahkan

Menurut GKR Hemas, Indonesia tidak kekurangan generasi muda yang cerdas dan berprestasi. Namun, tantangan terbesar bukan hanya ekonomi atau teknologi, melainkan persoalan identitas.

Ia mengatakan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan keterbukaan informasi membuka banyak peluang baru bagi generasi muda.

Namun, di balik itu, ada tantangan menjaga identitas bangsa agar tidak tergerus pengaruh global.

GKR Hemas menegaskan kepemimpinan sejati tidak lahir hanya dari kecerdasan akademik atau penguasaan teknologi. Kepemimpinan dibentuk oleh nilai, karakter, dan pandangan hidup yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

"Ketika kita bicara kepemimpinan, pada hakikatnya kita sedang bicara tentang nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi dari tindakan seorang pemimpin," tuturnya.

Ia menilai berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa, seperti penyalahgunaan kewenangan dan menurunnya integritas di ruang publik, menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan dan ekonomi belum tentu seiring dengan penguatan karakter.

Oleh karena itu, pembangunan bangsa perlu dibarengi dengan pembangunan karakter yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

GKR Hemas menekankan Indonesia memiliki modal budaya yang kuat melalui nilai gotong royong, musyawarah, tepa selira, dan penghormatan terhadap keberagaman.

>>> Dean Zandbergen Soroti Penunjukan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Nilai-nilai itu harus menjadi fondasi kepemimpinan masa depan.