Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor pembeda utama bagi organisasi di tengah persaingan bisnis global yang semakin dinamis.

Aryasatya Wishnutama, President Director PT Indelberg Global Energy, memperkenalkan The Indelberg Way sebagai filosofi kepemimpinan dan pengembangan organisasi.

>>> Aktivitas Sesar Sausu Picu Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah, Diikuti 466 Gempa Susulan

Konsep ini lahir dari keyakinan bahwa kemajuan bisnis berkelanjutan harus dimulai dari pembangunan manusia. Karakter, kompetensi, dan kepemimpinan individu menjadi fondasi organisasi yang tangguh.

"Teknologi dapat dibeli, modal dapat dicari, infrastruktur dapat dibangun, namun tidak ada organisasi hebat yang lahir tanpa manusia hebat di dalamnya.

Sebelum membangun bisnis, kita harus membangun manusianya terlebih dahulu," ujar Aryasatya, Rabu (17/6/2026).

Lima Nilai Utama The Indelberg Way

Filosofi ini bertumpu pada lima nilai utama: integritas, pembelajaran, akuntabilitas, kolaborasi, dan keunggulan. Kelima nilai tersebut harus diimplementasikan dalam budaya kerja, tindakan, dan keputusan organisasi, bukan sekadar slogan.

"Kompetensi membuat seseorang mampu bekerja dengan baik. Namun karakter menentukan bagaimana kompetensi itu digunakan.

>>> Asal Usul Nama Dusun Pentil di Rembang Ternyata Bukan Bermakna Saru

Integritas harus selalu berjalan lebih dulu daripada kemampuan," kata dia.

Budaya belajar menjadi elemen krusial dalam penerapan konsep ini.

Aryasatya menekankan bahwa keunggulan tidak lagi ditentukan oleh pengetahuan saat ini, melainkan seberapa cepat organisasi belajar untuk menghadapi masa depan.

Sebagai psikolog yang berpengalaman di bidang modal manusia dan pengembangan kepemimpinan, Aryasatya menilai investasi pada manusia adalah langkah paling strategis.

>>> Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Kacamata Pintar

Banyak organisasi masih terlalu fokus pada sistem dan proses, namun kurang memberikan perhatian pada pembangunan manusianya.